Staph Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Penyakit Staph atau biasa disebut sebagai Staphylococcus Aureus. Penyakit Staphylococcus ini merupakan salah satu bakteri yang dapat menginfeksi kucing kesayangan Anda dengan mudah, penularan Staphylococcus terjadi akibat perpindahan dari hewan peliharaan yang satu ke hewan yang lainnya pada usia berapapun. Bakteri ini bersifat parasit dan dapat hidup di lingkungan bebas, saluran pernafasan dan kulit.

Staph Kucing, Diangnosa Staph, Penyebab Staph, Gejala Staph, Pencegahan Staph, Cara Mengobati Staph, Gambar Staph

Pada manusia, jenis penyakit Staph ini hadir secara alami tapi bisa juga tertular dari hewan peliharaan seperti kucing. Namun, penyebaran bateri ini dapat terjadi pada organisme dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah saja. Meskipun demikian, tindakan preventif dalam menjaga kebersihan yang baik haruslah Anda lakukan seperti sering mencuci tangan.

Perlu Anda ketahui, bakteri Staphylococcus itu sering terdapat di kulit kucing, Infeksi yang terjadi bisa dari dari kucing yang terluka, mengalami sebuah alergi terhadap kulitnya (seperti infestasi kutu) atau sistem kekebalan yang lemah karena alasan lainnya. Ciri Staphylococcus ini bersifat oportunistik yang dapat memanfaatkan sistem kekebalan tubuh sehingga akan mengakibatkan sebuah infeksi.

Nah, untuk menanggulangi Staph atau meminimalisir Staph sebaiknya Anda mempelajari seputar bakteri yang bisa mengakibatkan Staph ini. Mari kita simak apa saja itu.

Diagnosis Infeksi Staph :

Dokter hewan dapat membuat sebuah cara diagnosa tentatif yang berdasarkan pada munculnya tanda Staph terhadap kucing. Dalam melakukan diagnosa, pastikan Anda memberi tahu dokter hewan tentang alergi kulit yang dimiliki oleh kucing kesayangan Anda yah. Selain itu, mungkin dokter hewan akan menjalankan diagnosa sementara dengan melakukan pemeriksaan terhadap lesi kucing lebih dekat terhadap bakteri atau biopsi kucing.

Untuk mengetahui penyebab infeksi lainnya mungkin dokter hewan akan menghisap kulit kucing pada daerah yang terluka, hal ini dilakukan karena dokter hewan harus mengidentifikasi penyebab apa yang mendasari terjadinya infeksi. Selain itu profil tes darah secara lengkap akan dilakukan oleh dokter hewan yang termasuk urinalisis serta darah kimiawi.

Diagnosis yang tepat akan sering melibatkan pengujian terhadap kulit agar dapat mengetahui apakah kondisinya atau penyakitnya dikarenakan oleh alergi atau disebabkan oleh faktor lain yang terkait kekebalan tubuh kucing. Melakukan hal ini juga termasuk penting, karena untuk menyingkirkan perkembangan sel abnormal sebagai penyebab penyakitnya.

Penyebab Infeksi Staph :

Penyebab utama masalah yang mendasari Staph terhadap kucing kesayangan Anda antara lain dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki kucing lemah. Sebenarnya bakteri sudah ada di dalam tubuh mereka tidak akan menyebabkan infeksi terkecuali mereka memiliki kesempatan untuk mengakibatkan infeksi, kesempatan yang dimaksud seperti daya tahan tubuh kucing sedang lemah atau sedang mengalami sebuah penyakit yang lain.

Di sisi lain Alergi kulit juga sering menjadi sumber risiko Staph pada kucing. Bakteri ini mungkin juga berkeliatan diudara (mengudara) atau menyebar melalui makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri penyebab penyakit Staph tersebut. Kejadian Penularan Staph bisa terjadi pada saat kucing menjilati atau menggores kulitnya secara berlebihan atau tidak terkontrol.

Pada kucing yang masih muda atau tua memiliki kemungkinan lebih tinggi dapat terinfeksi penyakit Staph. Untuk kucing yang lebih muda paling rentan terkena infeksi tersebut, karena sistem kekebalan tubuh yang mereka miliki belum kuatu (berkembang) sepenuhnya. Untuk kucingyang sudah tua bisa juga lebih rentan, karena sistem kekebalan tubuh yang mereka miliki telah terganggu atau termakan oleh usia.

Selain itu, penyebab lainnya bisa mengakibatkan Staphylococcus termasuk infeksi bakteri atau jamur (patogen) darah, alergi, melemahnya kronis yang mematikan sistem kekebalan tubuh, dan infeksi sekunder yang lainnya.

Gejala Infeksi Staph :

Untuk dampak Staph yang terjadi pada kucing kesayangan Anda mungkin akan menampak penyakit seperti kurap. Sementara itu, cara mengetahui gejala Staphylococcus yang lainnya mungkin tidak akan terlihat atau tidak disadari oleh Anda, karena kucing lihai dalam menyembunyikan penyakit yang sedang dideriranya dari sang pemilik (majikan).

Akan tetapi, untuk kucing yang terinfeksi Staphylococcus akan selalu memperlihatkan gejalanya. Pada saat kucing telah memperlihatkan gejala penyakit Staphylococcus segera Anda hubungi dokter hewan, mungkin gejala yang Anda lihat terhadap kucing sebagai berikut ini:

  • Lingkaran atau lesi berbentuk jerawat pada kulit atau bernanah (pyoderma)
  • Rasa gatal berlebihan (pruritus) atau menggigit kulit yang meradang
  • Tanda sakit (rasa sakit)
  • Demam
  • Kehilangan selera makan (nafsu makan menurun)
  • Bukti infeksi di bagian tubuh yang lain
  • Abses pada kulit

Pada indikator yang umum mencakup abses, infeksi mata (konjungtivitis), infeksi mulut, dan bakteremia (infeksi darah bakteri).

Ada hal lebih yang perlu Anda perhatikan untuk penyakit Staphylococcus ini, jangan pernah menyentuh lesi pada kulit kucing dengan menggunakan tangan kosong yah, karena ada kemungkinan bakteri kecil penyebab Staphylococcus bisa tertular kepada kita. Walaupun infeksi staph biasanya tidak dapat menular melalui kontak langsung dengan lesi, tapi alangkan baiknya kalu kita mengantisifasinya sebelum terinfeksi.

Pencegahan Infeksi Staph :

Sampai saat ini belum ditemukan cara mencegah penyakit tentang infeksi Staphylococcus yang terjadi terhadap hewan peliharaan seperti kucing.

Pengobatan Infeksi Staph :

Cara mengobati Staph terhadap kucing biasanya dengan melakukan perawatan yang akan melibatkan antibiotik. Shampo antibakteri khusus mungkin juga diresepkan oleh dokter hewan untuk membantu proses penyembuhkan luka terhadap kulit kucing. Untuk sistem kekebalan tubuh kucing yang lemah, dokter hewan mungkin akan meresepkan serangkaian obat kepada Anda yang akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kucing untuk melawan bakteri Staphylococcus tersebut.

Dan dalam metode pengobatan lainnya dapat bervariasi, tapi semua itu tergantung pada penyebab infeksinya. Contohnya saja kutu kucing yang merupakan penyebabkan terjadinya infeksi, maka dokter hewan akan menggunakan obat kutu untuk membasmi kutu penyebab infeksi. Maka dari itu, Untuk penyebab yang mendasari infeksi juga harus segera diobati, agar infeksi tersebut tidak kambuh lagi.

Berbagai obat lainnya juga tersedia untuk mengobati kondisi medis seperti ini, namun ada beberapa strain resistan terhadap obat – obatan. Dalam kebanyakan kasus, antibiotik standar tidak selalu efektif untuk menyembuhkan kondisi Staph, sehingga perlu diresepkan kusus yang berbeda.

Tags: