Infeksi Sporotrichosis Kucing: Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Sporotrichosis adalah suatu infeksi jamur Sporothrix Schenckii yang hidup pada bahan dan tanah organic buangan seperti semak – semak, bunga mawar, jerami, barang tajam, barberi, dan lumut sfagnum sehingga dapat mengakibatkan suatu kefatalan pada kucing walaupun infeksi ini jarang terjadi. Penyakit Sporotrichosis ini dapat berpotensi infeksi pada kulit kucing, tulang, sistem pernafasan dan infeksi pada otak kucing.

Sporotrichosis Kucing, Diangnosa Sporotrichosis, Penyebab Sporotrichosis, Gejala Sporotrichosis, Pencegahan Sporotrichosis, Cara Mengobati Sporotrichosis, Gambar Sporotrichosis

Penyakit kucing Sporothrix schenkii ini terjadi melalui pernafasan atau inhalasi dan luka Abrasi pada kulit. Jika kita membiarkan kucing kesayangan kita lebih sering berada diluar maka dia akan mudah terkena infeksi jamur ini melalui luka yang disebabkan dari perkelahian dengan hewan lain atau hanya melalui luka kecil misalnya tertusuk duri rose, oleh sebab itu penyakit ini biasa dikenal sebagai Rose Gardener’s (The Rose-Thorn atau Gardener’s-Thorn) disease.

Hal tersebut terjadi karena Sporothrix schenkii dapat menular dari hewan satu ke hewan yang lainnya dan bahkan bisa menular kepada manusia. Maka dari itu lah, untuk menanggulangi jamur Sporothrix schenkii ini sebaiknya kita memahami terlebih dahulu tahap apa saja untuk mengatasi infeksi Sporotrichosis pada kucing kita. Berikut ini penjelasannya :

Diagnosis

Pasti anda bertanya – tanya bagaimana cara mendiagnosa Sporothrix schenkii? Tenang saja, disini kami akan memberitahu cara mendiagnosa Sporothrix schenkii pada kucing. Yuk kita simak. Untuk mendiagnosa Sporothrix schenkii terhadap kucing bisa dilakukan dengan mudah kok. Ya karena fungus spora ini berjumlah sangat besar yang berada didalam bendalir atau caciar di lesion kulit bisa dilihat menggunakan mikroskop dengan pengambilan sampel jaringan kulit (biopsi).

Setelah itu biopsi kucing akan diperiksa dilaboratorium untuk mencari tahu faktor apa saja penyebab infeksinya. Selain melakukan biopsi tes darah pun dapat membantu kita untuk mengetahui kasus Sporothrix schenkii yang parah namun dalam melakukan tes darah kita tidak bisa mendiagnosa infeksi kulit yang terjadi pada kucing.

Kami sarankan jika anda masih belum mengetahui cara atau tahap yang benar dalam melakukan diagnosa ini sebaiknya konsultasi pada dokter hewan saja ya.

Penyebab

Cara mengetahui penyebab Sporotrichium schenckii atau biasa disebut sebagai Saprophytes. Pada beberapa kasus penyakit ini bukan berasal dari kucing yang sebagai perantaranya, perlu anda ketahui bahwa saprophytes ini tidak menular dari satu orang ke orang lain karena jamur ini pada umumnya berada di tanaman layu, tanah, jerami, duri hawthorn, semak dan sphagnum moss.

Akan tetapi, jika anda menemukan penyakit saprophytes ini pada manusia itu disebabkan oleh faktor seperti manusia menelan atau menghirup spora jamurnya yang mengakibatkan infeksi terhadap bagian tubuh dalam selain kulit. Oleh karena itu infeksi saprophytes yang terjadi pada manusia terkadang tanpa adanya kerusakan di kulit.

Perlu anda ketahui, bahwa saprophytes ini juga dikenal sebagai “penyakit tukang kebun” dikarenakan mereka sering melakukan kontak langsung dengan tanaman seperti mawar, rumput kering dan hawthorn. Itulah sebabnya luka ringan seperti luka goresan yang berasal dari serpihan sering terjadi terhadap pengrajin hortikultura dan awalmula kontroversi terjadi berada di daerah luka epitel.

Penyakit jamur ini juga dapat menginfeksi setelah melakukan kontak langsung dengan jerami dan lumut. Saprophytes biasanya diawali pada saat spora jamur yang berada di duri mawar atau tongkat yang tajam.

Gejala

Cara mengetahui gejala awal yang terjadi akibat Sporothrix adalah bintil kulit pada kucing yang bertekstur keras dan berwarna merah muda atau keunguan. Bintil ini hanya terasa sedikit nyeri pada saat ditekan. Dengan seiring berjalannya waktu bintil tersebut akan mengeluarkan cairan bening karena pecah, jika tidak segera diobati maka bintil ini dapat menyebabkan penyakit kronis.

Hal tersebut bisa terjadi karena jamur masuk ke dalam kulit melalui tusukan duri yang berasal dari tanaman atau barang tajam yang lainnya. Gejala ini dimulai pada jari tangan dengan munculnya benjolan (nodul) yang berbentuk kecil dan kasar, kemudian perlahan berubah menjadi besar sehingga membentuk sebuah luka.

Nah selain hal tersebut, infeksi ini dapat menyerang bagian tubuh kucing yang lainnya loh seperti tulang, persendian, paru – paru, dan bahkan sampai ke otak. Komplikasi ini sering terjadi karena daya tahan tubuh yang dimiliki kucing sangat rendah. Ih ngeri juga yah kawan. Selain dari gejala yang di atas, gejala penyakit Sporothrix ini dapat di katekorikan sebagai berikut :

  • Gejala Karakteristik Sporothrix

    Kucing akan mengalami batuk produktif, peningkatan pola paru – paru, terjadinya proses gua di parenkim paru.
    Juga menghilangnya peribronchial kelenjar getah bening yang diperluaskan

  • Gejala Sporothrix Bening

    Karakteristik gejala lesi kulit lokal atau polimorfik di atasnya tadi mungkin ada eritema, borok, dan papillomavirus lainnya.
    Lesi paling umumnya terletak di bagian tangan dan kaki, serta pada wajah. Dan perlu diketahui bahwa dalam beberapa kasus gejala lesi limfatik ini tidak dapat diamati.

  • Gejala osteo-artikular

    Untuk bentuk dan rupa Sporotrichosis ditandai dengan adanya osteomyelitis, arthritis (biasanya hanya mempengaruhi suatu artikular sendi).

Pencegahan

Dalam cara mencegah penyakit Sporothrix terdiri dari pengobatan terhadap semua luka tusukan dan meminimalisir perkelahian kucing kesayangan kita dengan kucing lainnya. Hal yang harus kita lakukan dalam upaya menghindarinya hanya tinggal menjaga kucing kesayangan kita tetap di dalam rumah saja kok. Untuk pencegahan Sporotrichosis harus kita lakukan dengan segera agara resiko infeksi dapat diminimalisir. Hal lain yang dapat kita lakukan dalam mencegah penyakit Sporothrix sebagai berikut :

  • Jangan membiarkan kucing kesayangan kita bermain di luar rumah seperti berguling pada semak-semak atau bermain di tanah.
  • Menghindari kucing kita melakukan kontak langsung dengan kucing liar.
  • Obati dengan segara luka yang terdapat pada bagian tubuh kucing.
  • Usahakan kucing kita dijauhkan dari perkelahian dengan kucing lain.
  • Hindari kucing kita dari tempat perkebunan dan pertanian.

Pengobatan

Pada kebanyakan kasus, cara mengobati Sporothrix hanya disangkut pautkan pada lapisan kulit yang tertular. Infeksi ini pada umumnya tidak akan mengancam nyawa, akan tetapi tetap saja kita harus segera mengobatinya dengan obat anti jamur selama beberapa bulan kedepan. Untuk obat yang paling sering dianjurkan pada penyakit ini adalah Itraconazole yang dikonsumsi kurang lebih selama 3-6 bulan.

Ada obat anti jamur lainnya yang dapat anda gunakan untuk mengobati infeksi Sporothrix ini, seperti supersaturated potassium iodided (SSKI). Akan tetapi obat SSKI dan itraconazole ini tidak boleh dikonsumi jika sedang dalam masa kehamilan. Pada penyakit Sporothrix yang parah harus diobati dengan menggunakan amphotericin B, yang diberikan melalui suntikan.

Ketahuilah, bahwa penggunaan itraconazole biasanya digunakan setelah melakukan pengobatan amphotericin B. Nah, berarti untuk keseluruhan waktu yang diperlukan dalam mengobati penyakit Sporothrix ini dengan menggunakan obat anti jamur dapat memakan waktu hingga 1 tahun. Akan tetapi, untuk infeksi yang sudah menyerang paru bukan lagi menggunakan pengobatan dengan obat anti jamur, melainkan anda perlu melakukan operasi agar jaringan yang sudah rusak dapat diangkat.