Infeksi Scabies Kucing: Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Bagaimana cara mengobati scabies pada kucing? Scabies ini merupakan penyakit yang sering terjadi pada kucing. Penyebab scabies pada kucing adalah tungau jenis scabies atau Sarcoptes Scabiei. Penyakit Sarcoptes Scabiei pada kucing atau biasa disebut dengan Kudis atau Gudik kucing. Mendengar kata kudis saja sudah membuat kita merinding karena jijik.

Scabies Kucing, Diangnosa Scabies, Penyebab Scabies, Gejala Scabies, Pencegahan Scabies, Cara Mengobati Scabies, Gambar Scabies

Bagi yang sedang mengalami masalah seperti ini pada kucingnya, semoga dapat pengobatan yang tepat yah. oh iya, jangan lupa untuk menjauhkannya dulu dari hewan peliharaan yang lainnya agar tidak tertular. Penyebab utama scabies atau kudis ini antara lain oleh tungau kecil yang bernama Notoedres Cati. Jenis tungau ini sama seperti tungau Sarcoptic Mites (Sarcoptic) yang menyebabkan scabies pada kucing.

Kedua jenis itu mempunyai siklus hidup yang sama satu sama lainnya sehingga kita harus mengetahui betul jenis penyakit kucing yang satu ini. Jika tidak segera dilakukan perawatan yang baik, kucing bisa sangat menderita karena mengalami kegatalan yang parah disertai oleh kerontokan bulu di kepala dan lehernya.

Diagnosa

Kucing mulai merasa gatal pada bagian telinga patut kita curigai mengalami Sarcoptes Scabiei. Periksakan kucing Anda jika dia mulai menggaruk pada bagian tubuh yang terlihat berbintik dan berwarna memar keabu-abuan maka segera.

Segera minta bantuan dokter hewan yang berpengalaman untuk menyelamatkan kucing Anda. Cara mengetahui diagnosa penyakit Sarcoptes Scabiei dokter hewan biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan dalam memastikan penyakit tersebut tidak terkait dengan penyakit kulit lain selain kudis pada kucing.

Penyebab

Cara mengetahui penyebab utama Infeksi Scabies pada kucing itu umumnya dikarenakan adanya tungau (seperti kutu) Notoedres Cati yang berukuran sekitar 0.2 – 0.4 mm. Tungau ini menyerang semua kucing. Notoedres Cati selamanya hidup didalam kulit kucing tersebut dan bertelur bekali – kali sampai tungau tersebut mati, sedangkan untuk masa hidup tungau hingga 2-3 minggu dalam siklusnya.

Hal pertama yang dilakukan tungau betina yaitu menggali dan melubangi kulit kucing untuk dijadikan tempat bertelur, dan membuat saluran didalam kulit tersebut sampai beberapa centimeter. Selain itu tungau Sarcoptes Scabiei juga dapat menyebabkan scabies pada kucing, hanya saja untuk jenis tungau Sarcoptes scabiei ini lebih sering terjadi terhadap anjing dari pada kucing.

Namun, tentu saja dapat menular pada kucing melalui kontak langsung dengan hewan lain yang dapat terkena Sarcoptes Scabiei seperti anjing, kelinci, tikus. Kucing yang tertulari Sarcoptes Scabiei dapat disebabkan dari kontak fisik langsung dengan kucing lain yang terkontaminasi oleh tungau ini.

Selain itu dapat juga tertular apabila melakukan kontak dengan benda yang terdapat tungau ini, contohnya saja dalam penggunakan sisir yang sama dari kucing yang terdapat tungau ini. Oleh sebab itu, akan lebih baik Grooming kucing dilakukan oleh Dokter Hewan. Karena sudah pasti terjamin ke sterilanannya.

Gejala

Kucing yang terkena scabies pada umumnya sering menggaruk bagian kepalanya. Bulu kucing pada bagian ujung telinga akan rontok dan mulai muncul kerak kulit mati, kemudian menyebar ke bagian kepala dan leher kucing.

Cara mengetahui gejala awal yang perlu anda waspadai pada kucing adalah rasa gatal yang disertai dengan rontoknya bulu kucing di bagian telinga, muka, leher, hidung, kelopak mata dan bagian kepala. Jika kucing sering menggaruk kepalanya dan bersifat agresif itu tandanya dia terkena penyakit scabies. Pada umunya kucing yang terkena penyakit tersebut mengalami sakit ringan dan demam.

Pencegahan

Cara mencegah Scabies terhadap kucing biasanya dengan memberikan obat antiparasit pada kucing. Melakukan grooming secara teratur terhadap dan selalu menjaga kebersihannya, meningkatkan daya tahan tubuh kucing dengan memberikan pakan yang baik. Selain itu cara lain yang bisa anda lakukan dalam pencegahan yaitu hindari kucing melakukan kontak langsung terhadap kucing liar atau kucing yang terinfeksi dengan Sarcoptes Scabiei.

Ketahuilah kucing indoor juga sebenarnya beresiko scabies, sehingga anda harus menghindari penitipan atau grommer kucing yang tidak menyediakan sanitasi dengan baik. Selain itu anda juga dapat mencegah kucing lain terinfeksi Scabies dengan mengisolasi kucing yang sedang dalam proses pengobatan.

Mengobati

Pada dasarnya tungau kucing juga dapat dibasmi dengan menggunakan obat kudis. Jika kucing lebih sensitif pada beberapa insektisida. Pengobatan yang dianjurkan untuk mengobati Sarcoptes Scabiei kucing saat ini adalah menggunakan shampo khusus kucing atau kapur sulfur (lymdip) pada seluruh bulu kucing.

Beberapa kucing mungkin memerlukan obat penenang saat pengobatan dengan shampo atau cairan sulfur sehingga lebih baik anda meminta bantuan pada dokter hewan untuk mengobatinya. Selain itu, cara mengobati kucing yang terkena scabies biasa Andal lakukan seperti hal sebagai berikut ini :

  • Pisahkan Dengan Kucing Lainnya

    Hal ini berlaku jika anda memiliki kucing lebih dari satu, pastikan anda sudah memisahkan kucing yang terkena scabies dari kucing lainnya.
    Tujuannya agar kucing yang lain tidak tertular Sarcoptes Scabiei. Hal ini menginat bahwa penyakit kucing tersebut sangat mudah sekali penyebarannya.

  • Membersihkan Alat Groming

    Upaya membersihkan alat grooming kucing ini termasuk dalam mengobati kucing yang terkena Sarcoptes Scabiei seperti membersihkan seluruh alat kucing, kandang, dan sisir.
    Karena tungau scabies bisa saja terdapat pada alat – alat kucing anda. Jadi jangan samapai lupa ya untuk memebersihkan alat – alat kucing anda, agar tidak terkena penyakit Sarcoptes Scabiei.

  • Memotong Bulu Kucing

    Sebaiknya anda memotong bulu kucing yang terlalu panjang apabila anda melihat ada gejala Sarcoptes Scabiei pada kucing. Hal ini dilakukan agar anda bisa melihat dengan jelas bagian yang terinfeksi penyakit Sarcoptes Scabiei pada kucing.
    Dengan melakukan hal ini anda bisa lebih akurat mengobati bagian yang terinfeksi scabies pada kucing dengan cara langsugn memberikan obat pada bagian yang tepat.

  • Shampo Anti Kutu atau Tungau Kucing

    Mandikan kucing anda dengan menggunakan shampo anti kutu (tungau) kucing atau sabun yang mengandung sulfur, basahi seluruh bagian kucing dengan cairan yang mengandung sulfur 2-3 %.
    Rendam dan bilas tubuh kucing yang menderita penyakit ini selama kurang lebih 10–15 menit. Ulangi cara ini 2–3 kali dengan interval waktu satu minggu sampai sembuh. Mandi dan dicelup sulfur dilakukan setiap tujuh hari sampai sembuh. Setidaknya diperlukan 6-8 kali mandi hingga penyakit sembuh. Namun, jika kucing anda tidak kunjung sembuh sebaiknya anda segera membawa kucing anda kepada dokter hewan.

  • Minyak VCO

    Untuk minyak VCO ini bisa anda dapatkan di apotik century & guardian yang berada di dekat tempat tinggal anda, minyak jenis ini terbukti aman dan manjur buat kucing.
    Selain itu minyak ini juga aman anda gunakan pada kucing kitten (bayi), kucing hamil maupun menyusui. Cara penggunaannya cukup anda oleskan pada bagian yang terkena scabies atau anda bisa mengikuti cara pakai yang tertera pada lebel produk.

  • Salep

    Untuk membasmi tungau atau kutu scabies anda bisa menggunakan salep khusus yang mengandung permenthrin 5%, Dermatech atau Gamaxane 1%.
    Obat ini bisa anda dapatkan di apotik terdekat dari tempat tinggal anda. Permenthrin 5% digunakan 2 kali dalam sehari atau petrolarum 5%-6% yang digunakan dalam setiap hari dalam jangka waktu 3 hari.

  • Hindari Tempat Penitipan Hewan

    Hindari tempat penitipan dan grooming yang kurang dalam kebersihan. Hal ini sangat penting untuk anda. Karena penularan tungau atau kutu scabies bisa berasal dari mana saja dan tidak terkecuali tempat penitipan hewan.
    Oleh karena itu, anda harus pintar – pintar dalam memilih tempat penitipan hewan. Carilah tempat penitipan yang sudah terjamin dengan kebersihannya dari berbagai peralatan grooming dan wilayah sekitarnya.

  • Suntik Anti Scabies

    Langkah lain yang bisa anda gunakan dalam mengobati kucing yang terkena Sarcoptes Scabiei yakni memberikan suntikan anti scabies. Tapi ngat yah, harus dengan penanganan dokter hewan juga.
    Pada umumnya kucing yang terkena tungau sarcoptes akan diberikan suntikan anti scabies oleh dokter hewan. Upaya ini dilakukan untuk meredam tungau sarcoptes yang berada pada kucing.
    Suntik anti scabies memiliki beberapa jenis, diantaranya dotamectin, selamectin, dan ivermectin. Biasanya dokter hewan akan menganjurkan anda untuk memberikan suntik pada kucing sebanyak 2 kali dalam 2 minggu. Mengobati kucing yang terkena scabies dengan cara ini selain cepat tentu saja memudahkan anda dalam mengobati dalam jumlah banyak.
    Biasanya untuk biaya suntik Sarcoptes Scabiei kucing berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor. Harga suntik mengobati penyakit tersebut dipatok biasanya Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

Tags: