Home » Uncategorized » Sakit Mata: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Sakit Mata: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

By Siti alya Posted On Des 29, 2017

Definisi penyakit mata yang terjadi pada kucing merupakan masalah umum yang sudah teridentifikasi dan ditemukan cara pengobatannya. Untuk itu bagi kamu yang memiliki kucing yang sedang sakit mata tak perlu khawatir. Karena saya akan membahas mengenai sakit mata pada kucing dari diagnosa, penyebab, gejala, pencegahan hingga cara mengobatinya.

Sakit Mata, Diangnosa Sakit Mata, Penyebab Sakit Mata, Gejala Sakit Mata, Pencegahan Sakit Mata, Cara Mengobati Sakit Mata, Gambar Sakit Mata

Advertising

Masalah yang mendasari penyakit mata kucing biasanya karena infeksi virus, bakteri, cacing mata, alergi, debu bahkan tumor. Jika hal tersebut dikarenakan tumor maka penanganan yang paling tepat yaitu melakukan pengangkatan bola mata oleh ahlinya. Meski tak perlu khawatir bukan berarti kamu mendiamkannya, karena hal tersebut akan berakibat pada kebutaan. Untuk lebih mudahnya mari kita simak terlebh dahulu diagnosa dari tanda – tanda penyakit mata kucing.

Diagnosa

Cara mengetahui diagnosa gangguan penyakit mata kucing sendiri biasanya dibuat dengan melakukan tes diagnostik, akan tetapi kadang-kadang bisa juga menempatkan fluorescein khusus (oranye) dye di mata yang diperlukan untuk lebih memastikan diagnosa. Bisa juga nampak seperti berawan atau kekeruhan dari lensa mata.

Biasanya ada masalah mendasar yang dapat dideteksi jika mata kucing terdeteksi katarak. Dikarena penyakit katarak dapat memblokir transmisi cahaya yang masuk kedalam retina dan akan menyababkan visi gangguan juga menyebabkan kebutaan.

Penyebab

Cara mengetahi penyebab terjadinya resiko penyakit mata kucing sangatlah bervariasi, berikut ini dampak penyakit mata kucing yang umum terjadi:

Over Produksi

Jenis penyebab ini merupakan kondisi dimana hasil dari produksi air mata yang berlebihan (over). Dari beberapa informasi yang kami dapatkan, pakar kesehatan mata hewan menjelaskan jika mata over produksi maka hal tersebut merupakan sebuah hal yang lumrah (umum) terjadi. Hal tersebut biasanya pengaruh bulu mata kucing yang berdekatan dengan bola mata kucing.

Nasolacrimal Occlusion

Nasolacrimal Occlusion biasanya dikarenakan adanya penyumbatan sistem pengeringan pada air mata kucing. Hal ini biasa disebut juga dengan sekres normla yang bertugas melumasi mata kucing tersebut tidaklah berjalan dengan baik. Dengan demikian semua itu akan menyebabkan risiko air mata kucing keluar secara tidak wajar.

Feline Herpes Virus (FHV)

Feline Herpes Virus (FHV) adalah jenis penyakit mata yang disebabkan Feline Viral Rhinotracheitis (FVR) pada kucing yang akan menghasilkan virus bernama feline herpes virus. Biasanya jenis penyakit mata ini lebih sering menargetkan pada anak kucing yang berusia dibawah 8 bulan. Virus ini juga dapat dikatakan sangat unik, karena ia akan tertidur cukup lama dalam beberapa tahun kemudian akan muncul kembali saat kekebalan tubuh si kucing menjadi lemah.

Ciri penyakit mata kucing di kategorikan pada kucing muda yang memiliki gejala gangguan pernafasan (sesak nafas) seperti pilek lalu terjadilah ulkus oral dan perubahan kedua mata yang memiliki debit cukup berawan dan jernih. Berbeda dengan kucing dewasa, biasanya kucing dewasa tidak akan mengalami gangguan pernafasan, serta hanya satu mata yang akan terkena sakit mata tersebut.

Konjungtivitas

Jenis penyakit mata ini akan membuat dampak mata kucing menjadi berair, kemudian memerah dan mengalami bengkak yang bersamaan dengan beberapa debit. Telah di ketahui penularan penyakit mata kucing ini disebabkan oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya yaitu faktor lingkungan serta virus. Dari faktor lingkungan sendiri biasanya di sebabkan oleh debu jalanan, rumput serta serbuk sari pada tumbuhan. Dan untuk virusnya sendiri biasanya disebabkan oleh virus sejenis veline chylamydophila.

Virus jenis ini cukup berbahaya dan mematikan apalagi jika dibiarkan akan menyebabkan kebutaan pada kucing tersebut. Pengobatan serta perawatan yang jitu untuk penyakit mata kucing ini bisa dikatakan sangat diperlukan. Jika konjungtivitas yang disebabkan oleh faktor lingkungan, kamu dapat memberikan obat tetes mata yang ampuh atau salep mata pada kucing tersebut. Berbeda jika penybab kucing kesayanganmu mengalami konjungtivitas adalah dikarenakan adanya virus berbahaya, maka sebaiknya gunakan antibiotik yang telah dicampurkan pada salep mata kucing.

Cacing Mata

Thelazia Californiensis (cacing putih pada mata) merupakan penyebab dari cacing mata. Dimana cacing putih tersebut biasanya bersarang pada bagian mata tertentu. Lebih jelas lagi bahwa jenis penyakit ini tidak hanya di alami oleh kucing saja, melainkan beberapa hewan lain seperti kambing, sapi, anjing dan hamster juga mengalami hal yang serupa.

Adapun ciri pada penyakit ini antara lain yaitu dengan munculnya air mata berlebihan atau yang over di bagian durtuk lakrimalis akan jelas terlihat adanya cacing yang berwarna putih jika kamu memperhatikannya. Ciri lainnya adalah mata kucing tersebut juga akan mengalami sensitifitas terhadap kilauan cahaya dan dapat berkembang menjadi konjungtivitas pada umumnya.

Dan bahkan menurut ilmu kedokteran, proses siklus sejenis cacing thelazia yang telah dewasa pada hewan akan berdampak pada bertelurnya cacing thelazia di mata kucing tersebut, dimana telur tersebut akan menjadi seekor larva. Larva tersebut biasanya akan di makan oleh lalat yang akan berdampak semakin buruk pada mata si kucing. Kenapa demikian? Karena jika lalat memakan larva tersebut maka akan menyebabkan larva lainnya yang masih bertahan di mata kucing itu akan berkembang selama 30 hari.

Gejala

Cara mengetahui gejala dalam mengatasi penyakit mata kucing ada baiknya perhatikan terlebih dahulu gejala-gajala mendasar yang ditimbulkan oleh kucing. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Mata kucing berwarna merah atau terlihat kemerah-merahan.
  • Terdapat kotoran mata kucing berwarna kehitaman/kecoklatan yang menempel keras pada kelopak mata kucing.
  • Mata kucing mengeluarkan cairan (air mata) yang mungkin akan berlebihan.
  • Adanya pergerakan tidak normal di karenakan adanya sarang cacing mata.
  • Terdapat bintik-bintik di sekitar mata.

Pencegahan

Cara melakukan pencegahan terhadap penyakit mata sangatlah beragam, seperti berikut ini:

  • Menjaga kebersihan mata kucing: jika kamu melihat ada belek (kotoran) pada mata kucing maka segeralah dibersihkan dan tetap di perhatikan kebersihannya. Untuk membersihkannya kamu dapat menggunakan kapas pada area mata agar kelak tidak terjadi infeksi pada mata. Hal tersebut merupakan langkah sederhana dalam mencegah sakit mata pada kucing kita.
  • Memisahkan kandang: bagi kucing yang telah terinfeksi sakit mata, maka pisahkanlah kandang kucing tersebut dengan kucing sehat lainnya untuk menjaga tidak terjadinya penularan. Akan tetapi jika kamu hanya memiliki satu ekor kucing saja, ada baiknya tetap membuat si kucing berada dalam kandangnya selama matanya sakit. Berikan perhatian khusus untuk selalu menjaga kebersihan kandang agar mata si kucing cepat pulih. Karena jika dibiarkan berkeliaran di luar, maka hal tersebut akan membuat sakit matanya semakin parah.

Pengobatan

Cara mengobati penyakit mata kucing yang jitu, pastikan jika kita telah terlebih dahulu mengetahui apa yang menjadi penyebab dan jenisnya agar tepat dalam menanganinya. Berikut adalah beberapa cara pengobatan penyakit mata kucing yang ampuh sesuai dengan penyebabnya:

  • Jika jenis sakit mata kucing peliharaanmu adalah over produksi, maka cara pengobatan yang baik untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan obat tetes mata sebanyak dua kali sehari.
  • Gunakan obat mata tetes 3 kali dalam sehari untuk jenis penyakit mata kucing yang berdampak pada jaringan mata kucing menjadi tersumbat seperti sakit kelopak mata atau cacat anatomi.
  • Jenis penyakit mata Feline Herpesvirus sendiri untuk perawatan serta pengobatannya cukup dengan menggunakan salep yang telah dicampurkan dengan antibiotik serta anti virus.
  • Berbeda dengan konjungtivitas, jika kamu menggunakan obat tetes mata dalam melakukan pengobatannya maka gunakan pada durasi 2-3 jam sekali. Jika kamu menggunakan salep mata serta antibiotik dalam pengobatannya gunakan sebanyak 3 kali dalam sehari secara bertahap dalam jeda waktu 4 jam sekali.
  • Untuk jenis sakit mata terakhir yaitu cacing mata maka pengobatan yang tepat untuk digunakan yaitu dengan antelmintika via injeksi pada dosis 0,2 mg dan lakukanlah proses tersebut dengan jarak 2 minggu sekali secara bertahap.

Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kita harus menjaga serta memperhatikan hewan/kucing peliharaan kita agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit termasuk sakit mata ini.

Des 29, 2017 - Posted by Siti alya - 2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.