Penyakit Rabies Kucing: Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Penyakit Rabies pada kucing tergolong sangat mematikan yang menyerang otak dan syaraf kucing sehingga harus ditangani secara cepat dan tepat. Karena penyakit ini sangat berbahaya dan bisa menular ke semua mahluk hidup termaksud kita sebagai manusia.

Oleh karena itu dalam penyakit tersebut anda harus memperhatikan beberapa hal. Menurut dokter kesehatan hewan, penyakit rabies di sebabkan karena adanya Virus Lyssaviruses. Virus ini  menular dari hewan yang menderita rabies kepada makhluk hidup lainnya.

Rabies Kucing, Diangnosa Rabies, Penyebab Rabies, Gejala Rabies, Pencegahan Rabies, Cara Mengobati Rabies, Gambar Rabies

Pada beberapa kasus, hewan yang tertular Virus Lyssaviruses di sebabkan dari air liur hewan lain yang terinfeksi penyakit rabies. Penyakit yang menular ini dapat mengakibatkan sebuah kematian. Hingga saat ini belum ada obat untuk Virus Lyssaviruses, tapi penyakit ini bisa dicegah penularannya dengan menjaga kesehatan kucing kesayangan kita. Yuk, kenali apa itu penyakit ini lebih lanjut.

Diangnosa

Kucing yang digigit hewan terinfeksi penyakit rabies tidak akan langsung menunjukkan gejalanya. Cara mengetahui kemunculan gejala virus lyssaviruses  tidak bisa ditentu dalam kurun waktu yang dekat. Oleh sebab itu untuk menentukan kucing anda terkena virus lyssaviruses atau tidaknya dokter hewan hanya mengacu pada keterangan yang diderita kucing.

Dalam melakukan diagnosis, biasanya dokter hewan akan bertanya apakah kucing Anda telah mengunjungi daerah yang rawan Virus Lyssaviruses atau telah digigit oleh hewan yang berpotensi menderita Virus Lyssaviruses

Penyebab

Cara mengetahui penyebab Rabies yang pada umumnya disebabkan oleh Virus Lyssaviruses, dimana virus ini dapat menular pada kucing anda atau bahkan kepada manusia melalui hewan lain yang telah menderita penyakit tersebut.

Sebelum mengetahui penyebab kucing rabies, alangkah baiknya terlebih dahulu anda memahami gangguan virus lyssaviruses. Virus lyssaviruses ini menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong berbahaya karena bisa menular kepada manusia melalui gigitan hewan.

Berdasarkan dari data Kementrian Kesehatan pada tahun 2012 ada sebanyak 84.750 kasus gigitan hewan yang menularkan virus lyssaviruses di Indonesia dengan 137 orang yang meninggal dinyatakan positif mengidap rabies. Umumnya, kasus gigitan hewan yang berujung pada rabies ini ditularkan dari anjing, kucing,serta kera. Penyebab penyakit rabies pada kucing maupun hewan lainnya adalah virus lyssaviruses. Perantara ini biasanya menginfeksi hewan lain atau manusia melewati gigitan ataupun jilatan pada kulit yang terluka.

Gejala

Cara mengetahui gejala penyakit Rabies ini dapat Anda lihat terhadap kucing pada minggu pertama sampai 1 tahun. Selain itu, lokasi yang terkena gigitan menentukan perkembangan kecepatan virus. Semakin dekat letak gigitan dengan otak, maka semakin cepat pula gejala akan timbul. Contohnya saja seperti ini, bila lokasi gigitannya terletak di kepala, wajah, atau leher; maka virus akan lebih mudah atau cepat berkembang biak.

Lalu apa saja gejala yang muncul pada kucing peliharaan kita? Dapatkah kita mengenalinya dengan mudah? yuk kita bahas disini. Berikut ini beberapa gejala penyakit virus lyssaviruses pada kucing peliharaan kita :

Rabies Tak Berbentuk

Rabies tak berbentuk artinya bukan tidak mengalami gejala. Mungkin mirip dengan apa yang dikataan shakespere dia berkata apalah arti sebuah nama, dan untuk gejala ini antara lain seperti gatal, kejang otot, sembelit dan kaku.

Perlu anda ingat kembali bahwa virus lyssaviruses termasuk penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini biasanya menular melalui cakar dan gigitannya terhadap korban. Dampak yang paling berbahaya adalah korban bisa mengalami kematian.

Hampir setiap jenis hewan dapat terjangkit penyakit ini. Oleh karena itu langkah terbaik yang harus anda lakukan adalah memberikan vaksin ke tubuh kucing tersebut dengan baik, sebelum kucing anda terjangkit virus lyssaviruses ini, agar kucing anda mempunyai kekebalan tubuh yang kuat.

Terlihat Sangat Jinak

Kucing yang terkena rabies pada beberapa kasus malah sangat jinak, bahkan terlalu jinak jika dibandingkan dengan kucing dalam keadaan biasanya. Memang benar kalau kucing yang jinak merupakan impian para pemelihara kucing karena akan menjadi sangat mudah dalam memeliharanya.

Tetapi, bukankah tidak wajar jika perubahan kejinakan tersebut terjadi sangat cepat. Pada saat terjadi hal seperti itu anda perlu mencurigai adanya suatu hal di belakangnya yang membuat kucing anda berubah menjadi sangat jinak, salah satunya adalah virus lyssaviruses.

Demam tinggi

Meningkatnya suhu badan secara tidak wajar alias mengalami demam tinggi merupakan gejala penyakit rabies.

Pada umumnya kucing yang menderita penyakit tersebut akan mengalami perubahan pada sistem kekebalan tubuhnya yang berusaha semaksimal mungkin untuk melawan penyakit atau virus lyssaviruses. Dampak yang disebabkan oleh berubahnya sistem kekebalan tubuh tersebut mengakibalkan suhu tubuh kucing menjadi naik atau panas tinggi.

Gatal yang Berlebihan

Kucing yang terkena penyakit rabies akibat dari gigitan hewan lain yang menderita penyakit rabies kemungkinan besar akan merasakan gatal yang berlebihan pada bagian yang digigit.

Akibat yang ditimbulkan virus lyssaviruses ini andara lain kucing anda akan menggesek atau menggaruk tubuhnya sendiri dalam upaya untuk menghilangkan rasa gatal tersebut. Apabila anda sudah melihal adanya gejala ini sebaiknya anda segera membawa hewan peliharaan anda kepada dokter hewan agar tidak bertambah parah.

Berubah Menjadi Agresif

Dalam hal ini paling mudah terlihat pada kucing dari perilakunya yang menjadi sangat agresif pada apapun tidak terkecuali pemiliknya sendiri.

Apabila gajala ini terjadi pada kucing anda sebaiknya anda harus segera konsultasi kepada dokter hewan. Hal tersebut perlu dilakukan agar anda mengetahui kucing anda benar – benar terkena penyakit rabies atau tidak. Jika benar kucing anda telah terkena penyakit tersebut maka dokter hewan akan segera menanganinya dengan cepat dan akurat.

Hilangnya Nafsu Makan

Untuk gejala penyakit rabies yang berikutnya adalah hilangnya nafsu makan pada kucing anda secara tiba – tiba yang berlangsung cukup lama. Biasanya dalam hal ini kucing akan mengalami kehilangan nafsu makan selama empat hari atau lebih.

Akan tetapi kehilangan nafsu makan pada kucing bisa saja disebabkan oleh faktor lain selain virus lyssaviruses, seperi cacingan, keracunan dan muntah. Bilamana anda menemukan hal demikian terjadi pada kucing anda kami sarankan untuk segera membawanya kepada dokter hewan yang anda percayai.

Air Liur Berlebihan

Gejala ini sering dikaitkan pada virus lyssaviruses karena gejala ini paling sering terlihat pada hewan yang sakit rabies. Maka dari itu, janganlah anda mengabaikan kucing kesayangan dari pandangan anda. Yang dikhawatirkan itu jika anda sudah mengabaikan kucing peliharaan anda, maka besar kemungkinan anda menjadi tidak mengetahui gejala penyakit Virus Lyssaviruses ini terjadi pada kucing.

Gelisah

Virus lyssaviruses ini akan membuat kucing menjadi gelisah, dalam artian rasa gelisah itu tanpa ada penyebabnya. Jika kucing anda telah seperti ini, anda harus waspadainya bahwa kucing tersebut sudah terinfeksi virus rabies.

Kejang – Kejang

Kucing yang terkena rabies dapat mengalami kejang-kejang bahkan bisa sampai lumpuh, pada saat infeksi atau inkubasi telah terjadi. virus akan menunjukkan serangan utamanya pada tubuh kucing kesayangan anda. Apabila anda melihat kucing kejang-kejang, segeralah bawa dia ke dokter hewan terdekat agar dokter memberikan obat yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut bertambah parah.

Hidrofobia

Gejala selanjutnya adalah muncul gangguan bernama hidropobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap air. Kucing yang haus pada umumnya akan senang melihat air. Akan tetapi untuk kucing yang terkena rabies, otot tubuhnya malah akan menjadi tegang dan waspada terhadap air tersebut. Dan kucing kita dapat menjadi kejang ketika merespons adanya air.

Pencegahan

Sampai saat ini cara melakukan pencegahan yang paling efektif adalah memberikan kucing vaksinasi rabies, atau anda bisa membiarkan kucing didalam kandang terus menerus agar penyakit tersebut ini tidak menular pada yang lainnya.

Vaksinasi sebaiknya dilakukan pada saat kucing berumur 3 bulan, kemudian lakukanlah vaksinasi ulang kepada kucing setelah 1 tahun. Upaya pemberian vaksinasi ini agar antibodi kucing menjadi kebal melawan virus lyssaviruses yang masuk kedalam tubuh.

Pengobatan

Virus Lyssaviruses merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kematian, maka dari itu anda harus mengobati penyakit ini.

Langkah pertama yang dapat anda lakukan dalam cara mengobati penyakit Rabies ini dengan memberikan vaksinasi secara rutin pada kucing anda dengan tujuan menghindari atau mengobati penyakit ini. Berikut ini alternatif dalam mengobati rabies pada kucing :

Suntik Imunoglobulin

Suntik imunoglobulin ini merupakan penanganan medis untuk mengobati atau mencegah perkembangan penyakit rabies dalam jangka waktu hingga 7 hari setelah gigitan. Karena efek dari imunoglobulin akan berkurang pada saat anda memberikan suntikan ini dalam rentang waktu sesudah 7 hari saat gigitan, maka anda harus memberikan vaksin ini sampai  virus lyssaviruses benar – benar hilang.

Suntik Vaksin Rabies

Secara umum vaksin rabies untuk kucing ada banyak. Dan ada banyak sekali manfaat dari vaksin kucing yang bisa kita bahas, hal ini merupakan salah satu cara untuk mencegah atau mengobati terjangkitnya kucing terhadap virus tersebut. Dokter hewan yang ahli biasanya akan menyarankan anda untuk memberikan vaksin ini terhadap kucing.

Membersihkan Luka Infeksi

Yang bisa anda lakukan dalam pertolongan pertama pada kucing yang terinfeksi virus lyssaviruses dangan cara membersihkan luka bekas gigitannya. Setelah anda membersihkan luka menggunakan cairan pembersih merikan juga antiseptik untuk mencegah perkembangan virusnya.

Tags: