Penyakit Raccoon pada Kucing: Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Penyakit Raccoon pada kucing disebut sebagai Baylisacaris Procyonis yang merupakan nematoda usus mematikan. Raccoon adalah pembawa cacing yang optimal, karena kesehatan rakun tidak terpengaruh, menjadikannya tuan rumah ideal dan penyebar parasit. Kontraksi penyakit rakun akan menyebabkan tanda okular dan neurologis yang parah pada mereka yang terinfeksi, karena larva tersebut bermigrasi dari usus kecil. Untuk sebutan parasit ini ialah cacing gelang.

Larva ini diketahui bermigrasi ke otak, di mana ia mempengaruhi sistem saraf. Hewan kecil dalam keadaan lemah menjadi tangkapan yang mudah, dan larva tertelan saat hewan pemangsa (yaitu seekor kucing) menyerap jaringan dari hewan yang terinfeksi. Ini adalah cara lain dimana worm tersebut disebarkan ke hewan lain.

Penyakit Raccoon Kucing, Diangnosa Penyakit Raccoon, Penyebab Penyakit Raccoon, Gejala Penyakit Raccoon, Pencegahan Penyakit Raccoon, Pengobatan Penyakit Raccoon, Gambar Penyakit Raccoon, Pengertian Penyakit Raccoon, Pemulihan Penyakit Raccoon, Tanda Penyakit Raccoon, Penjelasan Penyakit Raccoon, Risiko Penyakit Raccoon, Penularan Penyakit Raccoon, Dampak Penyakit Raccoon

Meski Larva Processus Baylisascaris dapat menular pada kucing, akan tetapi cacing gelang Baylisacaris tidak menyebabkan alimen pada spesies Raccoon dewasa. Mamalia ini paling sering disebut “penyakit Raccoon” karena prevalensinya pada populasi rakun, Baylisascariasis berasal dari kontak dengan tinja Raccoon dan dari menelan jaringan hewan yang terinfeksi parasit B.Procyonis atau konsumsi telur Baylisacaris.

Setiap kontak dengan kotoran, atau dengan tanah yang telah digunakan oleh rakun yang terinfeksi, dapat menyebabkan infeksi sistemik. Telur nematoda Larva B. Procyonis tersebar ke lingkungan melalui kotoran (tinja) rakun yang terinfeksi, akan tetapi harus melalui hospes permanen atau perantara seperti burung, kelinci, tikus dan hewan pengerat lainnya.

Penyakit Raccoon kucing adalah infeksi dari spesies cacing gelang yang menggunakan rakun sebagai tuan rumah permanen. Untuk Rakun sendiri relatif kebal terhadap parasit internal ini, namun kucing yang terdapat cacing gelang ini mengalami proses peradangan parah yang disebabkan oleh kerusakan jaringan seperti otak, sistem saraf pusat, dan bahkan mata kucing

Risiko penyakit Raccoon ialah kondisi yang sangat serius yang sering menyebabkan kematian. Seekor kucing dapat dengan mudah terinfeksi dengan menjilati telur mikroskopis dari telapak kakinya setelah berjalan-jalan di luar atau dengan konsumsi hospes seperti burung, kelinci, tikus dan hewan pengerat lainnya. Sementara infeksi ini keseringan dapat diobati pada kucing dewasa, akan bagi anak kucing hampir selalu fatal.

Selain itu, karena cacing kadang menyerang otak dan sistem syaraf, infeksi ini mungkin keliru untuk rabies. Jika dicurigai rabies, Anda mungkin ingin meminta dokter hewan Anda untuk menguji keberadaan parasit B. Procyonis. Oleh karena itu, penting untuk mempraktikkan metode penghindaran dan kehati-hatian pada daerah di mana rakun lazim meskipun Infestasi Baylisacaris Procyonis pada kucing jarang terjadi.

Diagnosis

Diagnosa penyakit raccoon kucing akan dimulai dengan pemeriksaan fisik, pemeriksaan riwayat kesehatan kucing, dan perbandingan catatan dengan pemilik hewan peliharaan termasuk latar belakang gejala, dan kemungkinan kejadian yang mungkin menyebabkan kondisi ini terjadi.

Riwayat kesehatan kucing yang Anda berikan kepada dokter hewan mungkin memberi petunjuk tentang organ mana yang terpengaruh. Tanda-tanda fisik yang ditunjukkan kucing kemungkinan besar tidak akan cukup bagi dokter hewan untuk melakukan diagnosis yang tepat. Oleh karena itu, pengujian tambahan akan diperlukan untuk mengetahui jalur yang diambil parasit agar dapat mengobati infeksi dengan tepat.

Bentuk Bayonisaskariasis intestinal ditemukan dengan pememeriksaan kotoran (fases) kucing yang terbukti sebagai tes diagnostik paling efisien untuk penyakit raccoon. Sebuah tes yang disebut uji flotasi tinja kemungkinan dilakukan saat telur Bayinacirus Procyonis ditumpahkan di tinja dan terlihat di bawah lensa mikroskop.

Sedangkan bentuk larva dapat ditemukan terkait dengan penyakit lain seperti rabies, distemper kaninus, dan cacat neurologis bawaan. Uji pelepasan kotoran tidak bersifat invasif dan hanya memerlukan sampel kecil kotoran kucing Anda. Dikarenakan tes tinja langsung akan mendeteksi bentuk penyakit usus, sedangkan bentuk larva biasanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan mata (ophthalmoscopic), atau melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jaringan.

Karena gejala yang terkait dengan tanda- tanda penyakit raccoon terutama bersifat neurologis maka dokter hewan mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan sinar x atau CT scan kepada kucing. Kerja darah dan urinalisis juga merupakan tes diagnostik yang umum, karena gejala saat ini juga mengindikasikan adanya kemungkinan komplikasi pada organ dalam.

Penyebab

Penyakit raccoon pada kucing disebabkan oleh kontak langsung dengan kotoran nematoda yang terkontaminasi atau mengkonsumsi larva telur Baylisacaris. Metode yang paling umum untuk mendapatkan infeksi berasal
dari berbagi area dengan raccoon yang terinfeksi. Telur Baylisacaris ditumpahkan melalui kotoran raccoon yang terkontaminasi dan tetap berada di lingkungan sampai mereka menginfeksi tuan rumah atau inang perantara.

Seekor kucing di luar ruangan atau kucing yang meninggalkan rumah untuk buang air besar dapat berisiko tertular telur Baylisacaris mikroskopis dari bantalan kaki. Karena kucing secara alami menjilati kakinya
sendiri hingga bersih setelah masuk ke dalam rumah, dan pada saat itu pula kucing terinfeksi penyakit ini dari kontak dengan kotoran raccoon atau dari konsumsi telur B.Procyonis yang mungkin tetap bertahan lama di tanah setelah tinja raccoon hancur.

Karena kucing sering menggaruk kotoran setelah buang air kecil atau buang air besar ke atasnya, seekor kucing dapat mengambil telur Cacing Gelang di atas cakar dan menelan telur sambil melakukan perawatan diri.
Ketika seekor kucing makan salah satu perantara yang terinfeksi ini, kucing tersebut kemudian menginfeksi dirinya dengan Cacing Gelang raccoon. Seekor kucing darat alami juga bisa menjadi pembawa perantara Cacing Gelang procloat Baylisacaris.

Gejala

Cacing Procyonis Baylisascaris relatif besar yang berkisar antara 15-20 cm dan lebar 1 cm, menyebabkan kerusakan jaringan saat mereka bermigrasi. Tubuh kucing secara alami merespons kerusakan dengan pembengkakan dan gejala yang dapat dikenali mulai muncul pada awal dua sampai empat minggu setelah konsumsi.

Dua jenis Baylisascariasis telah diketahui pada kucing infeksi usus dan penyakit mendalam (visceral). Perkembangan Cacing Gelang terhadap kucing dimulai saat kucing menelan telur Cacing Gelang. Mereka kemudian bermigrasi ke usus, di mana mereka berkembang lebih lanjut sebelum migrasi terakhir mereka ke dalam jeroan (organ yang menempati rongga perut), sistem saraf, atau mata.

Jenis infeksi ini masing-masing disebut sebagai larva migrans seperti visceral larva migrans (VLM), neural larval migrans (NLM), dan okular larva migrans (OLM).

Bentuk usus paling banyak ditemukan pada kucing dewasa, sedangkan infeksi organ dalam terutama otak dan sumsum tulang belakang (penyakit visceral) lebih sering terjadi pada anak kucing. Seringkali, tidak ada gejala lahiriah yang terkait dengan penyakit ini, namun terkadang kucing akan menunjukkan tanda-tanda penyakit neurologis karena cacing tersebut menyerang sistem saraf.

Gejala dari dampak penyakit raccoon bergantung pada tempat di mana adanya cacing pada kucing yang dapat mencakup tanda-tanda penyakit neurologis (NLM) yang meliputi hal-hal berikut:

  • Kelesuan atau berbaring terlalu berlebihan (recumbency)
  • Kehilangan koordinasi atau kontrol otot (ataksia)
  • Stupor
  • Koma
  • Kematian
  • Respirasi pernafasan
  • Pembesaran hati (liver)
  • Demam
  • Kehilangan penglihatan
  • Terlihat infeksi nematoda di mata
  • Sensitivitas cahaya
  • Nyeri
  • Berjalan goyang
  • Kesulitan makan atau menelan (disfagia)

Infeksi visera (VLM) dapat menyebabkan gejala penyakit hati atau paru-paru, sementara infeksi mata (OLM) mungkin tidak terlihat sampai kucing Anda kehilangan penglihatannya.

Pencegahan

Langkah pencegahan yang paling penting adalah menjaga kucing peliharaan Anda menjauh dari area Raccoon. Langkah lain yang bisa dilakukan untuk melindungi keluarga dan kucing Anda dari parasit ini adalah dengan menjaga kotak pasir selalu tertutup serta periksa properti Anda dari keberadaan penularan kotoran Raccoon dan hewan yang telah meninggal lalu pastikan bahwa kucing kesayangan Anda tidak terkena Cacingan.

Pengobatan

Pengobatan yang efektif pada penyakit Raccoon untuk pemulihan kucing saat ini tidak ada. Berbagai penelitian telah dilakukan di masa lalu dengan menggunakan obat anthelmintik yang biasa digunakan pada spesies Cacing Gelang lainnya, namun keefektifan obat ini terhadap larva Procyonis Baylisascaris belum ditentukan.

Dokter hewan biasanya mengobati penyakit Raccoon pada kucing Anda dengan obat heartworm atau obat-obatan perawatan parasit internal lainnya jika tes kucing Anda positif untuk parasit ini seperti flubendazole, fenbendazole, moxidectin, ivermectin, atau piperazine. Kerusakan inflamasi pada jaringan kucing bersifat permanen, namun gejala dapat diobati dengan kortikosteroid dan obat penghilang rasa sakit.

Ada juga bentuk pengobatan lainnya yang bisa Anda berikan kepada kucing, antara lain seperti berikut:

Bentuk usus:

  • Pyrantel Pamoate
  • Febantel
  • Praziquantel
  • Ivermectin
  • Milbemycin Oxime

Bentuk larva:

  • Corticosteroids
  • Albendazole