Obsesif Kompulsif: Diagnosis, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Pencegahan

Obsesif Kompulsif Disorder (OCD) atau Obsesif kompulsif ini adalah kelainan atau gangguan perilaku, di mana kucing akan terlibat dalam perilaku berulang dan berlebihan yang tampaknya tanpa tujuan. Seperti perawatan sejauh bulu terlepas, mondar-mandir kompulsif, vokalisasi berulang, merasa takut, gelisah, khawatir, memakan dan mengisap.

Jika kondisi ini berlanjut dalam jangka waktu yang lama, mungkin akan menjadi perilaku tetap yang tidak lagi memerlukan situasi lingkungan sebagai pemicu. Perilaku tersebut dapat memperkuat kucing karena pelepasan bahan kimia penghilang rasa sakit di otak.

Obsesif Kompulsif Kucing, Diangnosa Obsesif Kompulsif, Penyebab Obsesif Kompulsif, Gejala Obsesif Kompulsif, Pencegahan Obsesif Kompulsif, Pengobatan Obsesif Kompulsif, Gambar Obsesif Kompulsif, Pengertian Obsesif Kompulsif, Pemulihan Obsesif Kompulsif, Tanda Obsesif Kompulsif, Penjelasan Obsesif Kompulsif, Risiko Obsesif Kompulsif, Penularan Obsesif Kompulsif, Dampak Obsesif Kompulsif, Penyakit Obsesif Kompulsif, Ciri Obsesif Kompulsif

Bagaimana Cara Mengetahui Penyakit Obsesif Kompulsif Pada Kucing ?

Dan perilaku tersebut dapat menjadi mekanisme untuk mengatasi saat kucing dihadapkan pada kondisi yang bertentangan dengan kebutuhannya serta pemilik hewan mungkin secara tidak sengaja memperkuat perilaku tersebut dengan memberikan perhatian atau makanan kucing saat berperilaku kompulsi.

Usia dan jenis kelamin tampaknya tidak menjadi faktor perilaku kompulsif. Beberapa keturunan atau garis keluarga mungkin cenderung untuk bertingkah laku Obsesif Kompulsif, biasanya untuk keturunan kucing Siam menunjukkan perilaku mengunyah berulang.

Diagnosis

Dalam proses diagnosa, biasanya dokter hewan Anda akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap hewan peliharaan Anda dengan mempertimbangkan latar belakang gejala dan kemungkinan kejadian yang mungkin telah memicu kondisi ini. Riwayat yang Anda berikan mungkin akan memberi petunjuk kepada dokter hewan tentang apa yang mendasari masalah perilaku kucing.

Profil darah lengkap akan dilakukan termasuk profil darah kimiawi, hitung darah lengkap, dan urinalisis untuk memulai proses konfirmasi penyebab fisik dan mental terhadap perilaku tersebut. Dikarenakan mungkin saja ada penyakit yang mendasari atau mungkin sebagai respons terhadap kurungan, konflik, stres, kegelisahan, atau frustrasi.

Jika dokter Anda menduga penyebab neurologis untuk perilaku ini maka pemindaian tomografi aksial terkomputerisasi (CAT) atau gambar resonansi magnetik (MRI) dapat digunakan untuk memeriksa otak dan sumsum tulang belakang. Jika ada perilaku perawatan yang berlebihan, dokter hewan akan mengambil sampel kulit untuk pemeriksaan laboratorium dan mungkin biopsi kulit (contoh jaringan) untuk mengetahui apakah ada parasit atau gangguan kulit lainnya yang terdeteksi.

Dokter Anda akan sangat mempertimbangkan penyebab medis seperti kejang psikomotor sebelum diagnosis definitif dibuat. Berikut adalah beberapa hal yang dokter akan dipertimbangkan:

Gatal

  • Parasit eksternal
  • Dermatitis Seboroik (jamur)
  • Dermatitis bakteri
  • Dermatitis alergi (termasuk alergi makanan)
  • Kanker kulit
  • Ruam kulit (peradangan)

Rasa sakit

  • Gangguan sistem saraf
  • Pecahnya sendi atau cakram vertebra (tulang belakang) dan peradangan terkait saraf
  • Sensitivitas akut terhadap sentuhan atau rangsangan lainnya

Mondar-mandir kompulsif (secara berulang):

  • Perilaku seksual
  • Barrier frustasi dari kurungan
  • Gangguan sistem saraf
  • Sakit kronis
  • Lesi otak dari tumor atau trauma
  • Setelah mengalami kejang
  • Gangguan metabolisme
  • Kekurangan vitamin
  • Kelainan hati
  • Hipertiroidisme
  • Timbal intoksikasi
  • Gagal ginjal
  • Kekurangan thiamin

Vokalisasi berulang:

  • Gangguan pendengaran
  • Hipertiroidisme
  • Timbal keracunan
  • Hipertensi

Mengisap atau mengunyah:

  • Keracunan timah (zinc)
  • Hipertiroidisme
  • Thiamin kekurangan

Penyebab

Kucing mengalami kondisi OCD umumnya disebabkan oleh faktor seperti berikut:

  • Respon pemilik hewan yang berperan dalam perilaku kompulsif
  • Perilaku dapat dengan meningkatkan frekuensi secara cepat jika diperkuat oleh pemiliknya, seperti pemberian makan atau perhatian
  • Stres akibat perubahan lingkungan
  • Lebih umum terjadi pada kucing indoor karena tekanan kurungan
  • Gangguan jiwa

Gejala

Kucing menderita OCD pada dasarnya akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Vokalisasi berulang (meowing)
  • Perawatan yang berlebihan: Bisa mengikuti perubahan lingkungan
  • Mondar-mandir kompulsif: Mungkin dimulai sebentar lalu frekuensinya bertambah
  • Mengisap: Mungkin ditujukan pada seseorang atau objek, biasanya sering dimulai secara spontan
  • Mengunyah: Beberapa kucing menunjukkan preferensi untuk tipe atau tekstur tertentu

Pengobatan

Cara mengobati kucing yang mengalami kondisi OCD biasanya dengan mengurangi stres kucing karena lingkungan sekitar. Mengatur kucing Anda untuk meningkatkan prediktabilitas kejadian seperti memberi makan, bermain, berolahraga, dan waktu sosial. Perawatan dengan melakukan pengurungan sebenarnya bukanlah pengobatan yang baik dan ntuk perawatan yang berlebihan, agen pencegah topikal biasanya tidak efektif.

Cobalah untuk membiarkan kucing keluar dari kandangnya sebelum perilaku dimulai. Akan tetapi, untuk mondar-mandir kompulsif jangan biarkan kucing Anda keluar saat kondisi tersebut terjadi, karena bisa meningkatkan tingkah laku OCD. Dokter hewan Anda mungkin meresepkan beberapa obat modifikasi perilaku dan akan menginstruksikan kepada Anda tentang bagaimana cara menggunakannya. Dikarenakan, sangat penting untuk mengikuti petunjuk dengan seksama, sebab overdosis yang tidak disengaja bisa saja terjadi.

Pencegahan

Penyakit OCD ini tidak dapat dicegah. Namun, pengobatan dini dan terapi yang sesuai dapat mengurangi atau menghabiskan penyakit ini dan bisa meningkatkan kualitas hidup kucing dalam penyandang OCD.