Muntah Darah Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Penyakit Muntah darah pada kucing atau bisa juga disebut sebagai penyakit Hematemesis yang merupakan gangguan dari infeksi Gastrointestinal. Infeksi Hematemesis yang terjadi pada kucing kesayangan Anda dapat mempengaruhi berbagai macam sistem, tergantung dari dasar sumbernya. Untuk sistem Gastrointestinal yang terjadi mungkin terpengaruh oleh faktor borok, trauma, adanya benda asing atau radang.

Muntah Darah Kucing, Diangnosa Muntah Darah, Penyebab Muntah Darah, Gejala Muntah Darah, Pencegahan Muntah Darah, Cara Mengobati Muntah Darah, Gambar Muntah Darah

Pendarahan yang terjadi dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular (jantung) kucing seperti menghasilkan Murmur jantung menjadi rendah. Pendarahan yang sudah parah bisa terjadi secara Abnormal terhadap kucing, sehingga akan membuat kucing kesayangan Anda menjadi bernafas dengan sangat cepat.

Untuk kelainan koagulopati (pembekuan) pun dapat mengakibatkan pendarahan pada usus atau perut kucing yang pada akhirnya akan menyebabkan penyakit Hematemesis juga. Penyebab muntah darah lainnya yang mengakibatkan pendarahan serta pembengkakan terhadap kucing dikarenakan oleh faktor gangguan pada lepisan selaput perut dan mulut (kerongkongan) atau iritasi pada usus dan lambung.

Darah yang dimuntahkan oleh kucing bisa berasal dari luka pada mulut, radang atau sistem pernafasan (paru – paru). Pada saat kucing Anda sudah mengalami infeksi Hematemesis selama lebih dari 3 hari, sebaiknya segeralah konsultasikan atau hubungi dokter hewan.

Penjelasan Muntah Darah Lengkap Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati :

Diagnosis

Salah satu upaya dalam cara mendiagnosa penyakit ini antara lain dengan melakukan tes darah, feses, dan analisis urin. Dalam melakukan diagnosa gangguan yang berada dalam tubuh kucing biasanya dokter hewan akan menggunakan alat bantu seperti sinar-X dan ultrasound.

Dengan melakukan tes diagnosa ini maka penyakit Hematemesis yang terjadi pada kucing kesayangan Anda akan terlihat sumua penyebabnya seperti dari kerusakan hati hingga zat beracun.

Kucing yang menjalani diagnosa penyakit ini, selain melakukan hal seperti diatas tadi mungkin juga dokter hewan akan menanyakan kepada Anda kejadian kelainan atau spesifik terhadap kucing yang merupakan penyebab terjadinya muntah. Dalam hal ini, pastikan Anda menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh dokter hewan sebaik mungkin yah. Dalam artian jangan sampai di ada – ada atau didramatisir kejadiannya.

Hal tersebut dilakukan agar dokter hewan dapat mendiagnosis secara tentatif yang berdasarkan dari penyajian gejala. Dalam melakukan diagnosa definitif biasanya dokter hewan akan melakukan serangkaian analisis darah dan air kencing (urine) kucing kesayangan Anda serta melakukan endoskopi, sinar-X dan ultrasound.

Pada saat melakukan diagnosa, jika kucing kesayangan Anda diduga terjangkit penyakit kanker maka dokter hewan mungkin akan melakukan biopsi pada saluran pencernaannya. Akan tetapi dengan catatan, janganlah Anda sembarangan mengambil contoh tinja kucing terkecuali jika diminta secara khusus oleh dokter hewan Anda.

Penyebab

Terdapat beberapa cara penyebab muntah darah yang terjadi pada kucing kesayangan Anda. Semua penyebab penyakit Hematemesis baru bisa Anda ketahui setelah dokter hewan selesai melakukan diagnosa. Penyebab umum terjadinya infeksi Hematemesis seperti berikut ini:

  • Trauma kerongkongan
  • Radang gusi
  • Penyakit pernafasan
  • Kerusakan ulcers yang terletak di kerongkongan atau saluran pencernaan
  • Kondisi pembekuan darah
  • Kanker tertentu, terutama pada tumor yang berdarah

Selain penyebab yang di atas, masih ada berbagai penyebab lainnya yang mungkin akan berisiko penyakit Hematemesis. Salah satu contohnya adalah penyakit Gastrointestinal atau Ulkus, seperti meradangnya usus besar (IBD) di perut serta infeksi neurologis, metabolik dan virus.

Pada kondisi lain seperti trauma kepala, gagal hati, koagulopati, penurunan jumlah Trombositopenia Syndrome (SFTS) dan Heartworm bisa juga menjadi penyebab penyakit Hematemesis ini. Perlu Anda ketahui, penelanan media racun tikus juga bisa menyebabkan koagulopati loh.

Terjadinya infeksi Hematemesis mungkin juga diakibatkan dari traumatis yang terdapat pada kucing kesayangan Anda, faktor traumatis bisa meliputi sengatan panas, luka bakar yang parah, operrasi besar, gigitan ular, paparan racun dari logam berat (timah atau besi) dan sengatan. Selain paparan racun dari logam, paparan tanaman beracun dan pestisida pun bisa menyebabkan penyakit hematemesis terhadap kucing.

Faktor penyebab resiko lainnya yang terjadi pada hewan peliharaan yang mengalami sakit kritis antara lain ialah pemberian obat – obatan tertentu seperti NSAID (anti inflamasi non steroid), penurunan jumlah platelet (trombositopenia) atau syok.

Gejala

Cara mengetahui gejala penyakit utama yang dialami kucing kesayangan Anda antara lain ialah dari kondisi yang meliputi darah keluar bersama muntahan kucing, darah yang dikeluarkan oleh kucing akan menyerupai seperti bubuk kopi, dan pembekuan darah. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh trauma eksternal pada bagian kerongkongan kucing Anda.

Jika yang dikeluarkan oleh kucing berwarna maka bisa mengindikasikan masalah atau penyakit ringan yang terdapat pada saluran pencernaan. Pada gejala lainnya yang diakibatkan oleh infeksi hematemesis yaitu seperti kurang nafsu makan (anoreksia), kehitaman tinja (melena) dan sakit perut.

Melakukan pemeriksaan fisik juga dapat menentukan anemia serta gejala lainnya seperti murmur jantung dan detak jantung yang cepat. Jika penyakit muntah darah yang terjadi pada kucing kesayangan Anda terus berlanjut maka segeralah konsultasikan kepada dokter hewan yang Anda percayai.

Pencegahan

Cara melakukan pencegahan terhadap penyakit muntah darah banyak variasinya, tapi semua itu tergantung dari penyebab yang didasari dari diagnosa. Lalu apa saja itu? Yuk, kita simak bersama, berikut ulasannya:

Penyakit

Kebanyakan kasus dalam mengobati penyakit Hematemesis mungkin akan lebih agresif, tapi tergantung dari penyakitnya juga sih. Anda bisa mengobati penyakit tersebut dengan metode pengobatan terapi. Untuk Gingivitis dapat diobati dengan cara melakukan pembersihan terhdap gigi kucing secara menyeluruh. Selain itu, terapi cairan intravena dan rawat inap mungkin juga diperlukan dalam upaya mengembalikan cairan yang hilang (dehidrasi) dan elektrolit setelah terjadinya muntah.

Ulkus

Dokter hewan Anda mungkin akan meresepkan obat – obatan yang bertujuan untuk mencegah tukak. Karena tukak tersebut dapat mengakibatkan lebih banyak lagi bahaya yang terjadi pada lapisan perut. Untuk pengobatan hambar atau diet khusus juga biasanya diresepkan oleh dokter hewan.

Pengobatan Ulkus lainnya yang dilakukan meliputi pembedahan terhadap kucing, dalam melakukan hal ini dokter hewan akan memerlukan endoskopi terlebih dahulu agar bisa menentukan luka (borok) yang terdapat pada kucing kesayangan Anda.

Kanker

Dalam hal ini tergantung pada stadium kanker dan lokasinya. Untuk metode pengobatannya mungkin mencakup sebuah operasi, perawatan radiasi dan kemoterapi. Sebelum melakukan pengobatan ini, mungkin dokter hewan akan mendiskusikan terlebih dahulu kepada Anda tentang pilihan yang berdasarkan pada kebutuhan spesifik kucing.