Cara Termudah Merawat Kucing Himalaya

Kalian tentu tau dong cara merawat kucing himalaya? Kucing Himalaya adalah rasa kucing yang dihasilkan oleh persilangan antara ras Persia dengan ras Siamese. Persilangan bertujuan untuk menciptakan ras kucing dengan tipe badan sama seperti Kucing Persia, namun dengan pola warna seperti kucing ras Siamese. Merawat kucing himalaya mempunyai mata berwarna biru dan pola warna point. Tahukah kamu tau bahwa harga kucing himalaya yang berkuliatas berkisaran hingga 5 juta – 15 juta rupiah, namun ada pula yang harganya di bawah 5 juta rupiah.

Untuk merawat kucing Himalaya hampir mirip dengan merawat kucing lainnya. Namun, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Jika kamu ingin merawat Kucing Himalaya untuk menjadi salah satu bagian dari keluarga kamu. Jadi, meskipun kamu tahu bagaimana merawat kucing, namun ada beberapa informasi yang sangat rinci dari kucing himalaya yang harus kamu ketahui. Kucing himalaya memiliki sifat yang cenderung lembut dan manis. Dan menjadikan hewan ini sebagai peliharaan yang baik untuk keluarga. Mereka memiliki sifat santai, namun sering juga mereka bermain dan aktif. Sama seperti kucing pada umumnya, penting sekali untuk memberikan perawatan yang baik kepada kucing ini. Sama seperti layanan kesehatan dasar bagi kucing peliharaan kamu.

Cara merawat Kucing Himalaya

merawat kucing

Merawat kucing Himalaya harus selalu memiliki stock kesedian air segara, makan makanan sehat dan memiliki jalan ke kotak sampah bersih. Tentu saja kucing kamu juga perlu cinta, kasih sayang dan hiburan. Selain itu, bulu kucing himalaya juga memerlukan perhatian khusus. Untuk ukuran bulu kucing yang penting akan sangat mudah dibersihkan. Kucing juga salah satu hewan yang sangat bersih, saking bersihnya mereka rela menjilatai dan menyisir badan dan bulunya untuk menghilangkan kotoron dan debu menempel dibulunya. Kegiatan ini disebut grooming. 

Kucing himalaya memiliki lidah seperti sisir, pada permukaannya terdapat duri-duri kasar yang bisa kamu lihat dengan menggunakan mikrosop. Pada saat grooming, bulu-bulu rontok yang berada dibadannya akan tersangkut pada lidah, dan ditelan dan masuk ke dalam saluran pencernaan. Bulu-bulu ini akan melewati usus dan dikeluarkan melalui feces. Bagaimanapun juga, bulu-bulu yang masuk kedalam pencernaan kucing akan menumpuk dan menggumpal di lambung atau usus, lalu akan membentuk sebuah bola bulu yang sering disebut hairball. Hairball ini akan dikeluarkan melewati feces atau muntah.

Biasanya hairbal jarang sekali menyebabkan masalah yang amat serius, namun hairbal sering juga terjadi pada kucing yang memiliki bulu yang panjang. Apalagi kucing tersebut bulunya sedang rontok atau jarang disisir setiap hari. Kucing himalaya sebenarnya adalah jenis kucing yang suka berpetualang dan menikmati penjajahan. Bulunya yang rentan untuk kusut dan menumpuk tanaman berduri, kutu atau parasit lain jika kamu membiarkannya ke luar. Selain itu, kucing yang berada didalam ruangan pada umumnya akan sehat dan hidup lebih lama daripada yang berapa di luar ruanga.

Kamu harus penuhi hasrat bermain kucing himalaya dengan banyak bermain, sediakan pepohonan kecil berdaun untuk hiburannya dan bawa sesering mungkin ke jendela agar mendapat udara yang segar dan aroma alam liar.

Karakteristik Kucing Himalaya

Karakteristrik dari kucing himalaya adalah badannya besar, gemuk, dan bulst dengan kaki yang tampak pendek seperti persia. Ini membuat kucing himalaya sulit untuk melompat. Namun kucing ini juga memiliki tubuh yang kucing siamese. Jadi, jenis kucing himalaya yang memiliki tubuh seperti kucing siamese dapat dengan mudah melempot dengan ketinggian 2 meter. Berdasarkan pola wajahnya kucing himalaya dibagi menjadi 2 macam. Yaitu adalah Himalayan Doll Face dan Himalayan Ultra-Face.

Sejarah Kucing Persia Himalaya

Hasil penelusuran kami, kucing ini mulai eksis pada tahun 1920 hingga 1930an. Pada saat itu banyak peternak yang berusaha untuk menghasilkan tubuh kucing persia yang gagah namun dengan blasteran bulu siam yang eksotis. Pada tahun 1924 muncul secercah harapan ketika mutasi genetika yang dilakukan oleh Dr. T. Tjebbes mulai menandakan keberhasilan dalam mencampurkan gen persia dengan siam. Percobaan tidak hanya dilakukan Dr. T. Tjebbes, Dr Clyde Keeler dan Virginia Cobb dari Harvard University.  Juga melakukan usaha agar ciri-ciri tertentu dalam hasil mutasi genetika kucing persia dan siam. Agar bisa diwariskan ke generasi selanjutnya. Hasil penelitian kedua orang tersebut menjadi cikal bakal spesies kucing persia himalaya yang saat ini bisa anda pelihara. Kucing himalaya sendiri pada akhirnya diakui oleh Cat Fanciers Association pada tahun 1957 seagai kucing generasi baru.

Tags: