Kurap Kucing, Diangnosa Kurap, Penyebab Kurap, Gejala Kurap, Pencegahan Kurap, Ciri Kurap, Cara Mengobati Kurap, Gambar Kurap, Penyakit Kurap, Pengertian Kurap

Kurap Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Diposting pada

Infeksi Kurap kucing yang biasa menyerang kucing dapat menular pada manusia. Nama ilmiah dari penyakit yang satu ini yaitu Tinea. Jamur Microsporum canis yang merupakan sebagian besar penyebab utama kucing terserang Kurap. Selain Microsporum canis, jenis penyakit Jamur lainnya yang menjadi penyebab kondisi ini yaitu Microsporum Gypseum atau spesies Trichophyton.

Jamur tersebut bukan hanya menyebar dari hewan lain yang terinfeksi saja tapi juga dapat dari tanah yang telah terinfeksi saat si kucing bermain. Spora yang telah menginfeksi akan tetap bisa aktif hingga 2 tahun (24 bulan).

Gangguan Kurap sebenarnya bukanlah berasal dari cacing yang antara lain adalah Jamur yang menyerang kulit. Ciri Kurap pada kucing sendiri tidaklah selalu bundar seperti cincin, akan tetapi bisa juga menyebar dengan pola yang tidak beraturan. Pada umumnya penyakit ini akan menimbulkan warna kemerah-merahan dengan bagian pinggir yang berwarna lebih tua dibandingkan dengan bagian tengahnya.

Dengan suhu lingkungan yang hangat dan tingkat pencahayaan (cahaya matahari) yang rendah, merupakan kondisi yang optimum untuk sebuah pertumbuhan infeksi Jamur. Karakteristik tempat berkembangnya infeksi Jamur ini biasanya dengan memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Sekitar 20% pada populasi kucing dikenal sebagai asimtomaktik, yang artinya mereka membawa penyakit Jamur namun tanpa mengalami tanda-tanda terjadinya infeksi.

Selain kucing yang berusia di bawah 12 tahun, kucing yang memiliki bulu panjang juga lebih rentan terhadap risiko Kurap. Bagi kucing yang mengalami stress juga akan mudah terserang infeksi.

Penjelasan Kurap Lengkap Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati :

Diagnosis

Cara mengetahui diagnosa yang mendasari penyakit Kurap berkembang pada area kulit baik hewan ataupun manusia. Namun umumnya ditemukan pada sela-sela jari tangan dan kaki atau bagian tubuh lainnya yang biasanya merupakan tempat dimana sisa keringat menumpuk. Pada jenis hewan kucing merupakan hewan yang paling banyak terinfeksi. Selain kucing ada hewan lainnya yang dapat terinfeksi beberapa diantaranya yaitu sapi, anjing, babi dan kelinci percobaan.

Adapun cara mendeteksi Kurap yang dapat kita lakukan yaitu dengan cara:

Lampu Wood

Salah satu cara sederhana yang dapat digunakan untuk mendiagnosa tanda – tanda penyakit Kurap yaitu dengan menggunakan lampu ultraviolet. Meski hanya setengahnya dari strain penyakit Kurap yang akan muncul. Poros rambut akan otomatis bersinar hijau neon saat terkena cahay lampu wood.

Pemeriksaan Mikroskopis

Untuk proses diagnosis yang cepat biasanya dokter hewan akan memilih melakukan pemeriksaan moikroskopis dari rambut kucing yang berada di pori-pori mikroskopis. Sayngnya metode ini memiliki pro dan kontra. Spora umumnya seringkali sulit untuk dilihat, hal tersebut yang terbaik dilakukan oleh seorang ahli mikologi yang berpengalaman (seorang ahli botani yang telah mengkhususkan diri dalam studi penyakit Jamur). Jika sebuah sampel yang di ambil tidak memiliki spora, maka diagnosis mungkin tidaklah akurat.

Baca Juga :  Muntah Darah Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Kultur Jaringan

Beberapa helai rambut kucing kita mungkin akan di ambil oleh dokter hewan sebagai sampel pada bagian yang daerah yang terinfeksi dan tumbuh di laboratorium pada sebuah kultur jaringan yang akan meningkatkan pertumbuhan infeksi Jamur. Menggunakan metode kultur jaringan ini akan mendapatkan manfaat, dimana lab akan mampu mendiagnosa spesies dengan tepat dari infeksi Jamur. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasilnya kurang lebih sekitar 10 hari.

Biopsi

Langkah ini diambil jika terkadang lesi terlihat seperti biasanya maka akan dilakukan biopsi.

Penyebab

Cara mengetahui penyebab penularan Kurap pada kucing biasanya dikarenakan beberapa spesies dermatofita yang spesifik. Yang dimana spesies tersebut hanya akan menginfeksi satu spesies saja. Spesies yang akan menyebabkan infeksi dermatofitosis pada seekor kucing adalah Microsporum Canis. Infeksi yang masih berhubungan dengan dampak Kurap kucing yang lainnya yaitu disebabkan oleh spesies Trichophyton Mentagrophytes.

Keduanya adalah zoonosis, yang mampu juga menginfeksi pada manusia apabila tidak berhati-hati. Penularan dapat terjadi karena adanya kontak antara kucing dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Dengan begitu sangatlah penting bagi kita untuk dapat melakukan penanganan pada benda-benda yang telah terjadi kontaminasi serta memisahkan antara kucing yang sehat dengan kucing yang sakit, agar tidak menular.

Peralatan grooming yang sebelumnya digunakan pada kucing yang sakit perlu kita waspadai. Seperti misalnya sikat, sisir, tempat tidur kucing atau karpet, karena spora akan tetap aktif selama berbulan-bulan bahkan hingga 1 setengah tahun (18 bulan). Dalam mengatasinya kamu dapat menggunakan air yang telah di campur dengan larutan pemutih klorin. Perbandingan untuk masing-masing sekitar 10:1 atau 100:1 yang dapat disemprotkan pada benda-benda tesebut.

Gejala

Secara umum cara mengetahui gejala klinis yang terlihat jika kucing terinfeksi Kurap adalah dengan adanya lesi berbentuk bulat kecil pada kulit kucing. Kulit tersebut bersisik bahkan pada area tersebut bulu kucing akan mengalami rontok. Lesi lambat laun akan berkembang (tumbuh) dan semakin besar.

Adanya rasa gatal pada bagian kulit yang terinfeksi Kurap dan dapat menyebar pada seluruh bagian tubuh dalam bentuk lesi dengan pola lingkaran. Beberapa bagian yang sering menjadi tempat terjadinya Kurap antara lain ialah telinga kucing, kepala, muka, pipi, kaki, badan, dll.

Kucing akan mengalami kerontokan bulu (kebotakan) pada area disekitar bagian kulit yang terkena infeksi. Baik dikepala atau anggota tubuh lainnya, daerah yang mengalami Kurap pada umumnya akan berbentuk seperti lingkaran. Bagian yang terinfeksi dan sekitarnya mungkin akan terasa gatal.

Baca Juga :  Penyakit Jamur (Ringworm): Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Pencegahan

Memberikan vaksinasi merupakan cara pencegahan Kurap kucing yang ampuh. Selain itu kandang serta lingkungan bermain si kucing perlu di pehatikan juga kebersihannya. Gunakan alat penyedot debu untuk membersihkan karpet agar mampu menghilangkan spora yang menempel. Kamu juga bisa membersihkan lantai, kotak kotoran, kandang dan benda lainnya yang sering di pakai oleh kucing menggunakan pemutih, setidaknya dalam kurun waktu seminggu 2 kali.

Penyakit Kurap merupakan masalah penyakit yang kerap kali menyerang kucing. Pengertian Kurap adalah penyakit kulit yang bisa menular dimana penyebab utamanya dikarenakan infeksi Jamur. Penyakit ini akan menyrang pada kucing baik pada usia muda atau tua.

Kucing yang memiliki bulu pendek jika mengalami Kurap maka dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar 4 bulan, hal tersebut apabila kekebalan tubuh si kucing dalam keadaan baik. Ciri penularan Kurap ini antara lain yaitu menyerang kucing yang memiliki kekebalan tubuh yang baik, akan tetapi infeksi ini tidak akan memunculkan gejala-gejala tertular.

Pengobatan

Sangat wajib bagi kita yang memiliki kucing untuk mengetahui cara mengobati Kurap yang jitu saat kucing terserang penyakit yang termasuk infeksi Jamur. Biasanya jika kondisi tubuh si kucing sehat dengan kekebalan tubuh yang baik maka akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 hingga 4 bulan. Akan tetapi karena infeksi ini sifatnya menular, maka bantuan medis perlu untuk segera di lakukan.

Dalam proses pengobatan penyakit tersebut pada kucing memerlukan beberapa langkah agar infeksinya sembuh total dan menghindari agar tidak kembali menyerang. Pertama,  dokter hewan yang kita temui mungkin akan menyembuhkan kutu serta infeksi tungau Cheyletiella, jika dimungkinkan ada. Hal ini dilakukan karena parasit tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan membuat si kucing lebih rentan terhadap risiko Kurap.

Biasanya dokter hewan akan meresepkan Itrafungol yang berisikan itraconazole atau jenis obat lain untuk mengobati infeksi. Pengobatan selanjutnya yang juga sangat penting adalah melalui terapi topikal yaitu dengan mencuci tubuh si kucing dengan menggunakan shampoo khusus. Untuk meningkatkan efektivitas terapi lokal bulu kucing yang berambut panjang di anjurkan untuk dipotong terlebih dahulu.

Pastikan untuk selalu memandikan kucing setiap 4 sampai 6 hari sekali selama kurun waktu 2 sampai 4 minggu. Jika bulu si kucing berubah jadi kekuningan kamu tak perlu khawatir. Hal tersebut wajar adanya karena kapur sulfur yang terdapat dalam kandungan sampo obat Kurap menyebabkan bulu tampak sedikit menguning. Perhatikan kucing peliharaanmua selalu agar terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kulit seperti penyakit kurap ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *