Ciri Dan Harga Kucing Hutan Serta Cara Merawatnya

Ada beberapa orang yang suka memelihara hewan eksotis karena mendatangkan kepuasan tersendiri. Karena selain corak dan fisik kucing hutan yang cantik ini terlihat sangat menawan. Padahal ada beberapa konsekuensi yang harus dihadapi jika kamu memutuskan untuk memeliharanya hewan liar yang terlindungi. Berikut ulasan mengenai 5 ciri kucing ini yang berbahaya untuk di pelihara.

1. Mengenal Jenis Kucing Hutan

kucing hutan

Kucing itu memang mencolok tampak dari bulunya yang tampak loreng serta tubuh yang relatif menyerupa kucing besar. Sehingga kucing di sebut mirip macan. Di Indonesia terdapat 5 ciri kucing hutan yang termasuk dalam satwa yang dilindungi karena tergolong satwa langka. Ciri  kucing hutan di tanah air antara lain; macan dahan benua (Neofelis nebulosa), macan dahan kalimantan (Neofelis diardi syn. Felis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata, syn.Felis marmorata), kucing emas asia (Catopuma temmincki), kucing congkok (Prionailurus bengalensis syn. Felis bengalensis). Jenis yang paling sering ditemui dalam bursa hewan peliharaan ilegal adalah jenis yang terakhir, yakni kucing congkok

2. Pola Hidup Kucing Hutan

Kucing hutan sangat aktif dimalam hari. Sebagai mana hewan pemburu lainnya. Makanan utamanya semua jenis hewan kecil seperti tikus, ayam, dan burung. Ini lah penyebab kenapa kucing itu sering di tangkap oleh warga sekitar untuk di perdagangkan. Keterbatasan penghasilan penduduk yang bermukim di desa-desa dekat hutan. Menyebabkan kucing hutan menjadikan opsi menarik sebagai penambah penghasilan. Padahal aturan untuk melindungi sekaligus larangan perdagangan satwa liar telah dituangkan melalui UU No.5 tahun 1990.

3. Sifat Dan Definisi Kucing Hutan

Kucing hutan bukanlah hewan untuk peliharaan. Sifatnya yang tidak berbeda dari spesies kucing besar membuatnya memiliki karakter yang jauh berbeda dibandingkan dengan kucing lainnya. Jangan berharap kamu bisa bermain santai dan melihatnya bermanja pada kita. Alih-alih bermanja, spesies ini mungkin cenderung bersifat menantang dan menganggap kamu sebagai ancamannya. Kucing ini memiliki struktur kaki yang dirancang sangat sesuai untuk berlari kencang untuk  berenang, mengejar  mangsa, serta memanjat pohon. Walapun belum pernah ada bahasan mengenai masalah kesehatan akibat memelihara kucing ini atau adanya kutu kucing pada hewan ini. Baiknya jangan malah jadi penasaran ingin mencoba memeliharanya. Karena namanya juga kucing yang hidup secara liar, entah penyakit apa yang bisa hewan ini tularkan ke kamu. Melihat sifat dasarnya yang liar dan agresif, kucing ini sangat berbahaya untuk dijadikan hewan peliharaan di rumah. Karena sulit untuk menekan sifat pemburunya. Seperti macan, kucing ini berburu dan menyerang atas dasar sifat alami, bukan sekedar mencari makanan.

Daftar Harga Kucing Hutan

JENIS KUCING HUTAN

HARGA

Kucing anakan jenis blacan non-ped umur 2 bulanRp. 22.000.000,-
Kucing anakan blacan kitten umur 1 bulanRp. 4.500.000,-
Kucing anakan blacan 1 pasang umur 6 bulanRp. 8.000.000,-
Kucing anakan blacan asli umur 3 bulanRp. 8.700.000,-
Kucing anakan blacan jantan umur 4 bulanRp. 4.000.000,-
Kucing blacan betina umur 2 tahunRp. 6.000.000,-
Kucing Asli Sumatera umur 4 bulanRp 450.000,-
Kucing Asli Jawa umur 1 TahunRp 1.000.000,-
Kucing Asli Anakan Murah umur 3 bulanRp 350.000,-
Kucing Asli Macan Dahan umur 6 bulan-2 tahunRp 100.000.000,-
Kucing Murah umur 6 bulanRp 500.000,-
Kucing Kalimantan umur 2,5 bulanRp 400.000,-
Kucing Macan Dahan Umur 3-1 tahunRp 3.000.000,-

Ini Merupakan Daftar Kucing .

Cara Merawat Kucing Hutan

 Pelihara Sejak Kecil

Karena sifat kucing hutan yang liar. Maka kamu harus memelihara kucing itu dari saat kecil. Karena itu kamu bisa memelihara kucing usia dini atau dalam perawatan ibunya. Dengan begitu kita lebih bisa mengontrol liarnya. Apabila kamu memelihara kucing ini dalam kondisi sudah dewasa maka akan sulit untuk memeliharanya.

2. Pilih Kucing Yang Terlatih

Jadi maksudnya jika kamu tidak bisa memelihara kucing ini sejak kecil. Kamu bisa memelihara kucing itu dewasa namun sudah terlatih. Dengan kucing hutan yang terlatih itu, kamu tidak perlu lagi harus menjinakkan kucing.

3. Memiliki Izin Untuk Kucing Hutan

Ini bisa saja menjadi alasan kenapa sedikit sekali yang memelihara kucing tersebut. Alasannya kita harus memiliki izan perjinakan untuk memeliharannya bukan?. Jika kamu memiliki perijinan memelihara kucing hutan, kamu akan terhindar dari masalah hukum. Karena memang ada peraturan yang mengaturnya yaitu pada UU PP No.7 Tahun 1999 dan juga UU No.5 Tahun 1990 tentang perlindungan dan pertumbuhan satwa di Indonesia. Ini lah kenapa ka mu harus memiliki izin perjinakan.

4. Sediakan Tempat Khusus

Perlu kamu ketahui kucing ini merupakan hewan nocturnal. Apa itu hewan noctural? hewan nocturnal merupakan hewan yang aktif pada malam hari. karena ketika malam hari kita tidak bisa mengontrol sepenuhnya apa yang dilakukan kucing. Kamu bisa saja gunakan halaman belakang rumah, atau juga tempat khusus.

5. Pemberian Makan

Untuk pemberian makan sendiri, jangan kamu langsung berikan makanan kucing kemasan. Karena sifat liar dari kucing, kamu harus menyesuaikan makanannya juga seperti di hutan, salah satu contohnya adalah daging. Memang ,mungkin kelihtan mahal namun kamu harus menerima konsekuensinya. Harga kucing ini mahal maka makanannya juga mahal. kamu bisa mengurangi konsumsi daging dari kucing hutan. Caranya adalah dengan mencampurkan daging dengan makanan kucing kemasan, namun secara bertahap. Hingga kucing kamubenar-benar meninggalkan daging sebagai makanannya.

6. Selalu Periksa Kondisi Kesehatan

Walaupun kucing hutan berasal dari hutan. Bukan berarti kucing itu tidak mudah terserang penyakit. Kamu juga harus rutin membawa kucing kamu ke klinik atau petshop agar kucing hutan diberikan vaksin. Selalu kontrol apa yang dimakan kucing kamu, karena kesalahan makan bisa berdampak pada kesehatan kucing, atau bisa jadi kucing kamu keracunan. Selain makanan, kontrol juga lingkungan dari kucing, mulai dari kebersihannya, baik kandangnya. Intinya semua hal yang bisa melakukan kontak langsung dengan kucing kamu.

Jadi, itu tadi merupakan beberapa tips merawat kucing hutan. Setelah kamu tahu bagaimana cara merawatnya. Hati-hati jangan asal merawat kucing hutan ya.

Tags: