Keracunan Aspirin: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Pencegahan

Aspirin merupakan obat antiinflamasi non steroid yang telah terbukti memiliki efek menguntungkan bagi beberapa hewan, termasuk kucing. Toksisitas aspirin adalah perhatian khusus pada kucing karena enzim ini kurang penting untuk memetabolisme asam salisilat. Obat ini pada dasarnya dipergunakan untuk keadaan yang berkaitan dengan penggumpalan darah, pembengkakan, dan sifat analgesiknya. Akan tetapi, efek obat yang satu ini juga bisa menjadi racun bagi kucing.

Keracunan Aspirin Kucing, Diangnosa Keracunan Aspirin, Penyebab Keracunan Aspirin, Gejala Keracunan Aspirin, Pencegahan Keracunan Aspirin, Pengobatan Keracunan Aspirin, Gambar Keracunan Aspirin, Pengertian Keracunan Aspirin, Pemulihan Keracunan Aspirin, Tanda Keracunan Aspirin, Penjelasan Keracunan Aspirin, Risiko Keracunan Aspirin, Penularan Keracunan Aspirin, Dampak Keracunan Aspirin, Penyakit Keracunan Aspirin, Ciri Keracunan Aspirin

Dikarenakan, setelah hewan peliharaan Anda mengonsumsi jenis obat yang satu ini maka reaksinya akan membentuk asam salisilat yang kemudian didistribusikan ke seluruh organ tubuh.  Maka dari itu, pemilik kucing harus mengikuti perintah (intruksi) dokter hewan secara teliti jika obat diresepkan untuk penyakit atau masalah apapun.

Diagnosis

Jika Anda mengetahui atau bahkan menduga bahwa kucing menelan aspirin obat dan kucing Anda menunjukkan suatu tanda-tanda toksisitas yang jelas, maka tes diagnostik harus berfokus pada tingkat keparahan toksisitasnya.

Profil darah lengkap akan dilakukan oleh vets dalam melakukan diagnosa termasuk profil darah kimiawi, hitung darah lengkap, dan urinalisis. Biasanya kucing yang terkena keracunan aspirin x akan mengalami anemi dengan kelainan elektrolit.

Penyebab

Banyak hal yang dapat meningkatkan dampak kucing menderita keracunan aspirin, salah satunya seperti menenggak obat dengan dosis tinggi sekaligus. Namun, penyebab paling umum dari keracunan aspirin pada kucing karena tidak sengaja mengkonsumsi obat jenis ini. Serta, keracunan aspirin kucing bisa dipicu pada saat obat jenis ini dikombinasikan dengan obat jenis lain.

Dampak dari obat ini biasanya paling rentan terjadi pada kucing tua atau lansia yang menderita kronis. Untuk penanganan lebih lanjut, silahkan konsultasi (diskusikan) kepada dokter hewan kepercayaan Anda.

Gejala

Aspirin mungkin juga bisa berpengaruh pada sistem saraf pusat kucing, namun tanda yang terlihat jelas adalah kucing kehilangan nafsu makan, seperti kucing menunjukkan gejala tubuh lemah yang tidak terkoordinasi atau bahkan lumpuh, hilangnya kesadaran dan kematian mendadak. Hal tersebut dapat dialami kucing karena tingkat nontoxic pun dapat menghasilkan gejala ini

Selain itu, Anda perlu juga memantau kucing Anda untuk masalah pencernaan atau perubahan perilaku saat memberi aspirin pada kucing untuk alasan medis. Untuk ciri keracunan aspirin yang lainnya ialah muntah, diare, dan perdarahan usus yang disebabkan oleh ulserasi di perut dan usus halus.

Pengobatan

Dalam mengobati kucing yang terjangkit kondisi ini, biasanya dokter hewan Anda mungkin menyarankan agar Anda mengurangi jumlah aspirin dalam tubuh dengan cara memuntahkannya sebelum datang ke klinik. Penggunaan arang aktif dapat diberikan setelah kucing muntah, tujuannya untuk menyerap beberapa aspirin plavix yang tersisa.

Obat untuk mempercepat penyembuhan atau untuk melindungi lapisan gastrointestinal biasanya diresepkan dalam proses perawatan, seperti cairan dan perawatan pendukung lainnya yang mungkin juga diperlukan dalam analisis darah berulang dan rawat inap. Akan tetapi tergantung pada kondisi kucing Anda.

Kucing yang dirawat dalam waktu 12 jam setelah menelan obat dan menunjukkan tanda-tanda distres terbatas, dapat menyebabkan konsentrasi obat pada tubuh dan dekontaminasi melalui pengobatan akan ditentukan oleh vets. Semakin cepat perawatan dimulai maka akan semakin baik.

Pencegahan

Penyakit OCD ini sebenarnya tidak dapat dicegah, namun dengan terapi yang sesuai maka OCD kucing dapat di minimalisir.

Tags: