Keracunan Arsenik: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Pencegahan

Keracunan Arsenik disebabkan oleh mineral logam berat yang biasanya termasuk dalam senyawa kimia untuk sebuah produk seperti herbisida (bahan kimia untuk membunuh tanaman yang tidak diinginkan), insektisida (bahan kimia untuk membunuh serangga), pestisida (bahan atau zat kimi untuk membunuh hama) dan pengawet kayu.

Lalu seperti apa ciri-ciri keracunan arsenik ??

Keracunan Arsenik Kucing, Diangnosa Keracunan Arsenik, Penyebab Keracunan Arsenik, Gejala Keracunan Arsenik, Pencegahan Keracunan Arsenik, Pengobatan Keracunan Arsenik, Gambar Keracunan Arsenik, Pengertian Keracunan Arsenik, Pemulihan Keracunan Arsenik, Tanda Keracunan Arsenik, Penjelasan Keracunan Arsenik, Risiko Keracunan Arsenik, Penularan Keracunan Arsenik, Dampak Keracunan Arsenik, Penyakit Keracunan Arsenik, Ciri Keracunan Arsenik

Sebagian besar kasus toksisitas kucing terjadi di rumah, di mana senyawa tersebut ditempatkan (ditaruh) secara sembarangan dengan keadaan terbuka. Kucing biasanya menelan senyawa tersebut secara tidak sengaja. Dan keadaan toksisitas pada kucing bisa terjadi dalam jangka panjang.

Diagnosis

Dalam metode diagnosa Anda perlu memberikan riwayat kesehatan kucing secara menyeluruh termasuk gejala awal dan kemungkinan kejadian yang mungkin memicu kondisi ini. Karena, sebuah riwayat latar belakang sangat penting dalam diagnosis keracunan arsenik. Dan dokter hewan Anda perlu mengetahui tentang senyawa arsenik yang Anda miliki di rumah. Sebab, banyak pemilik kucing membawa peliharaan mereka kepada dokter hewan dengan keluhan muntah yang tiba-tiba dan alasan yang tidak dapat dijelaskan.

Namun, ada juga beberapa pemilik kucing yang melihat mereka menelan senyawa yang mengandung arsenik. Pada umumnya dalam diagnosa, vets akan melakukan profil darah lengkap termasuk profil darah kimiawi, hitung darah lengkap, dan urinalisis. Untuk isi perut juga mungkin diperlukan dalam diagnostik dan Arsenik pada aliran darah akan mengkonfirmasi diagnosisnya. Dalam kasus kucing keracunan arsenik kronis, tingkat arsenik dalam tubuh dapat dievaluasi dari sampel rambut, karena arsenik bisa terdapat di rambut selama jangka waktu tertentu.

Penyebab

Penyebab umum kucing mengalami keracunan Arsenik biasanya sebagai berikut ini:

  • Menelan senyawa yang mengandung arsenik
  • Overdosis obat yang mengandung arsenik untuk mengobati parasit seperti heartworm

Gejala

Jika kucing kesayangan Anda terkena arsenik akut, maka gejala berikut ini mungkin ada pada hewan kesayangan Anda:

  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Kelesuan
  • Darah merah yang terang (segar) di tinja
  • Terkejut (syok)
  • Badan mungkin merasa sangat dingin, terutama pada ekstremitas telinga dan anggota badan
  • Hilang kesadaran
  • Kematian
  • Dalam gejala paparan jangka panjang (kronis) mungkin tidak kentara seperti nafsu makan dan penurunan berat badan yang buruk

Pengobatan

Keracunan arsenik akut (tiba-tiba) merupakan suatu keadaan medis darurat. Dikarenakan sebagian racun arsenik pada kucing dapat merusak hati dan ginjal, maka metode dialisis biasanya dilakukan dalam keadaan gagal ginjal karena kucing keracunan arsenik. Tujuan utama pengobatan adalah mengalirkan racun untuk keluar dari tubuh kucing. Oleh karena itu, terapi cairan dan obat-obatan yang mempromosikan ekskresi biasanya digunakan dalam pengobatan keracunan arsenik pada kucing.

Keadaan kucing muntah merupakan peran protektif dalam keracunan arsen, karena termasuk upaya mengeluarkan sebagian besar bahan racun yang tertelan oleh kucing. Namun, jika muntah tidak dimulai segera setelah kucing menelan racun, maka dokter hewan (vets) perlu melakukan ligasi lambung (lambung dan perut) untuk membersihkan isi perut. Dikarenakan, beberapa senyawa arsenik diketahui dapat mengkelat (mengikat) logam berat seperti arsenik dan biasanya digunakan untuk mengikat arsenik yang masih ada di dalam tubuh.

Penggunaan chelators biasanya dapat memperlambat arsenik sebelum bisa menembus sawar darah otak dan membuatnya lebih larut. Dokter hewan dapat menggunakan penangkal tersebut untuk meningkatkan pemulihan pada kucing agar lebih efektif. Kucing Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sampai keadaannya stabil dan benar-benar pulih.

Hal yang perlu dilakukan saat kucing keracunan

Sebaliknya, jika Anda benar-benar menyaksikan (melihat) hewan peliharaan Anda mengkonsumsi racun, maka Anda bisa bertindak cepat dengan cara merangsang muntah kucing dan ini harus segera dilakukan setelah kejadian berlangsung. Jika dibiarkan berlalu lebih lama dari saat kucing menelannya, maka hanya vets yang bisa merawat kucing Anda. Hal tersebut merupakan pertolongan pertama jika Anda yakin bahwa kucing Anda telah menelan zat beracun ini.

Biasanya untuk merangsang muntah, menggunakan larutan peroksida hidrogen dengan takaran satu sendok teh per lima pon berat badan dan tidak boleh diberikan sekaligus lebih dari tiga sendok teh. Metode ini hanya boleh digunakan jika toksin telah tertelan dalam dua jam sebelumnya dan hanya boleh diberikan tiga kali dengan jarak sepuluh menit pada interval. Jika kucing Anda tidak muntah setelah dosis ketiga, jangan menggunakannya lebih jauh lagi dalam mencoba untuk menginduksi muntah.

Jangan gunakan yang lebih kuat dari hidrogen peroksida tanpa persetujuan dokter hewan Anda. Dikarenakan, muntah yang diinduksi bisa lebih berbahaya melalui kerongkongan, kecuali Anda benar-benar yakin dengan apa yang dimakan kucing Anda. Jika kucing Anda sudah muntah, jangan mencoba untuk memaksa kucing untuk muntah lebih banyak lagi. Terakhir, jangan memaksakan muntah jika kucing Anda tidak sadarkan diri, mengalami tanda-tanda kesulitan (kesusahan) bernafas atau kejutan (syok) serius.

Pencegahan

Untuk menganggulangi atau meminimalisir risiko paparan racun pada kucing, maka Anda dapat melakukan beberapa cara seperti:

  • Apabila ada peralatan yang di awetkan di rumah Anda, maka alangkah baiknya peralatan tersebut dijauhkan dari kucing.
  • Apabila kucing Anda tinggal di daerah pemukiman dengan kondisi air ataupun dengan kondisi tanah yang sudah terkontaminasi Arsen, maka alangkah baiknya hindari kontak dengan Arsen tersebut menggunakan tanah dan air yang bebas dari sebuah kandungan zat Arsen.