Penyakit Jantung Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Penyakit jantung ini bisa menyerang pada kucing, sama seperti spesies hewan atau jenis kucing lainnya. Akan tetapi, kucing yang sedang menderita penyakit ini pada umumnya jarang sekali menunjukan tanda – tandanya. Tapi untuk kucing peliharaan Anda yang aktif, penyakit ini bisa terlihat atau tampak sangat jelas pada saat perilaku dia berubah menjadi santai dan sering tidur.

Jantung Kucing, Diangnosa Jantung, Penyebab Jantung, Gejala Jantung, Pencegahan Jantung, Cara Mengobati Jantung, Gambar Jantung

Penyakit ini susah diketahui karena adanya sebuah kemiripan gejala dengan penyakit saluran pernapasan dan paru – paru. Tapi dapat dicegah oleh Anda melalui pemeriksaan tahunan yang dilakukan bersama dokter hewan serta memberikan makanan (pakan) yang sesuai terhadap kucing.

Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini diakibatkan oleh kondisi genetik turunan atau warisan dan faktor kelainan jantung anatomis, melakukan diagnosa sejak dini bisa membantu mengobati atau mengontrol kesehatan kucing sehingga dapat memperpanjang waktu atau durasi kehidupan kucing. Untuk meminimalisir penyakit ini sebaiknya kita mempelajari atau memahami semua hal yang terkait dengan tanda penyakit jantung kucing.

Penjelasan Jantung Lengkap Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati :

Diagnosis

Dalam cara mendiagnosa penyakit tersebut terhadap kucing, Anda perlu memberitahui secara menyeluruh tentang riwayat kesehatan hewan peliharaan Anda yang menyarah kepada gejala awal penyakit ini, termasuk informasi tentang latar belakang genetiknya. Selain itu, diagnosa juga dapat dilakukan melalui cara cardiomyopathy dengan pemeriksaan kombinasi fisik dan tes yang menggunakan elektrokardiogram (EKG), sinar – X dan ultrasound (ekokardiogram).

Pemeriksaan yang menggunakan EKG dilakukan untuk memeriksa jantung yang melliputi arus atau aliran (listrik) otot sehingga dapat mengetahui ada atau tidaknya kelainan yang mendasari fungsi jantung untuk berkontraksi (konduksi listrik) serta memudahkan dokter hewan untuk mengetahui irama detak jantung abnormal. Akan tetapi EKG ini tidak memadai untuk melakukan diagnosa definitif.

Pencitraan echocardiograph (ultrasoun) dan radiografi akan lebih berguna dalam pemeriksaan penyakit ini secara visual dalam penebalan, pembesaran atau pembengkakan dinding dan katup mitral (mengendalikan aliran darah atrium kiri dan ventrikel kiri).

Untuk tes darah dan urine biasanya dijalankan atau dilakukan untuk mengevaluasi penyakit tiroid dan lainnya. Tujuan menjalani pemeriksaan tekanan darah ialah untuk menyingkirkan hipertensi, kemudian darah akan di tes atau di uji buat hormon tiroid tingkat tinggi. Hipertiroidisme dapat menunjukan gejala yang sama dengan HCM seperti kelesuan, ritme jantung tidak beraturan dan nafas kucing pendek (sesak nafas).

Beberapa kucing saat menjalani pemeriksaan fisik yang menderita penyakit tersebut dapat terdeteksi umurnya. Penyakit ini tidak memperlihatkan gejalanya dari luar tubuh kucing, karena pada kebanyakan kasus kardiomiopati tidak dapat terdiagnosa hingga penyakit tersebut masuk ke tahap yang lebih lanjut (parah).

Penyebab

Kebanyakan kasus terkait dengan penyakit ini yang disebabkan oleh Kardiomiopati Hipertrofik (HCM) mungkin tetap tidak bisa diketahui, namun mutasi genetik dan predisposisi diduga mengakibatkan HCM terhadap kucing meskipun bukan hal utama dalam cara mengetahui penyebab langsung kondisi tersebut. Hipertensi atau hipertiroidisme dapat menyusahkan HCM pada kucing.

Gejala

Untuk cara mengetahui gejala penyakit jantung ringan yang terjadi, bisa Anda ketahui dengan segera. Berikut ini gejalanya:

  • Batuk
  • Kesulitan bernafas atau bernafas dengan sangat cepat
  • Kelesuan
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan dan penurunan nafsu makanan (anoreksia)
  • Suara pernafasan (crackles) menjadi kasar dan pendek
  • Suara jantung tidak biasa atau tidak normal seperti irama berderap, teredam dan murmur
  • Ketidak mampuan mentolerir tenaga
  • Berubahnya warna bantalan nailbeds dan kaki menjadi biru karena kekurangna aliran oksifen ke kaki)

Penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan secara tiba – tiba terhadap kucing pada kedua atau satu kakinya dan selain itu, bisa saja kucing mengalami kematian yang mendadak akibat penyakit tersebut.

Pencegahan

Melakukan tes skrining pada darah sangat tepat dalam melakukan cara pencegahan yang dapat mempengaruhi penyakit tersebut terhadap kucing, seperti infeksi hipertiroidisme dan heartworm. Infeksi tersebut mungkin juga dapat mengidentifikasikan kucing pada kondisi ini sebelum penyakit yang diderita mengalami gangguan yang berat.

Namun, pemeriksaan terhadap hewan harus dilakukan berkali – kali agar kita dapat mencegah penyakit tersebut di kemudian hari. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter hewan hanya melalui auskultasi pada paru – paru dan masalah jantung, seperti mendengar suaranya dengan bantuan dari stetoskop.

Pengobatan

Cara mengobati yang dapat dilakukan kepada kucing anda antara lain menempatkan kucing di lingkungan yang sepi dalam upaya meminimalisir ster, namun jika dia mengalami kesulitan dalam bernafas, sangat dianjurkan untuk memberikan terapi oksigen. Hangatkanlah tubuh kucing anda jika suhu tubuhnya menurun atau rendah.

Beberapa obat mungkin bisa digunakan dalam mengobati kardiomiopati hipertrofik. Berikut ini obat yang direfrensikan:

  • Beta Blocker: digunakan untuk memperbaiki denyut jantung yang tidak teratur serta mengendalikan penyumbatan aliran darah tapi tidak boleh digunakan jika kucing mengalami penyakit gagal jantung kongestif.
  • Diltiazim: fungsinya sama seperti beta blocker, tapi obat ini mungkin mengarah pada pengurangan pembesaran ventrikel sebelah kiri.
  • Penghambat Ace: Bertujuan untuk memperbaiki penyakit gagal jantung kongestif yang melalui aliran ventrikel.
  • Aspirin: untuk mengurangi resiko penggumpalan darah.
  • Warfarin: untuk mencegah pembekuan darah.
  • Salep nitrogliserin: untuk memperbaiki aliran yang melebar atau membuka arteri dan ventrikel.
  • Furosemide (diuretic): untuk mengendalikan kelebihan cairan pada tubuh.
  • Spironolakton (diuretik yang terkadang digunakan bersama dengan furosemid): untuk kucing yang gagal jantung kongestif.

Tags: