Home » Uncategorized » Feline Immunodeficiency Virus (FIV) pada Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Feline Immunodeficiency Virus (FIV) pada Kucing: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

By Siti alya Posted On Jan 5, 2018

Infeksi Feline Immunodeficiency Virus (FIV) kucing merupakan salah satu penyakit dimana virus menjadi penyebab utama dalam menyerang sistem kekebalan tubuh kucing. Setelah kucing terinfeksi biasannya tidak memperlihatkan sebuah gejala selama beberathun.

Walau demikian, kekebalan tubuh kucing akan semakin menurun (lemah) ketika virus tersebut menyerang. Dengan kekebalan tubuhnya yang lemah maka akan menyebabkan tubuh si kucing tidak mampu mengatasi jika adanya serangan dari berbagai sumber penyakit lainnya sehingga tidak menutup kemungkinan akan muncul infeksi tambahan.

Advertising

Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Diangnosa Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Penyebab Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Gejala Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Pencegahan Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Cara Mengobati Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Gambar Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

Penyakit Feline Immunodeficiency Virus (FIV) hampir sama dengan penyakit Feline Leukimia Virus (FeLV) dikarenakan berasal dari jenis virus yang sama yaitu retrovirus. Akan tetapi keduanya adalah penyakit yang berbeda dan sama sekali tidak sama. Seperti penyakit dari virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), virus tersebut juga menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya, yang membedakan virus ini menyerang pada manusia.

Namun penyakit Feline Immunodeficiency Virus (FIV) tidak dapat menular pada manusia dan demikian pula sebaliknya. Baik penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau penyakit Feline Immunodeficiency Virus (FIV) tidak ada obatnya. Penanganan yang dapat dilakukan hanya mencegah agar tidak terjadi infeksi tambahan yang lebih parah (buruk).

Penjelasan Feline Immunodeficiency Virus (FIV) Diangnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati :

Diagnosis

Cara mendiagnosa penyakit FIV yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan adanya anbodi dalam darah kucing. Namun cukup disayangkan pemeriksaan antibodi saja (apalagi jika hanya dilakukan sekali saja) belum dapat menjamin keakuratan pada hasilnya. Metode ini pada dasarnya hanya untuk mendeteksi ada atau tidaknya antibodi dalam darah kucing.

Akibatnya meski pada pemeriksaan darah didapat hasil positif namun masih belum dapat dipastikan bahwa kucing tersebut 100% sakit karena adanya kemungkinan:

  • Positif semu atau False Positif, oleh karena itu dianjurkan melakukan pemeriksaan silang dengan metode lain.
  • Kucing sebelumnya pernah terinfeksi namun sudah sembuh.
  • Anak kucing tidak terinfeksi tapi dalam darahnya mengandung antibodi yang didapatkan dari induknya pada saat menyusui.

Pada anak kucing yang telah ditemukan hasil positif dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ulang dengan jarak waktu 60 hari sampai anak kucing tersebut berusia 6 bulan. Sedangkan pada kucing yang di dapat hasil negatif juga belum dapat di pastikan 100% kucing tersebut tidak sakit, hal tersebut dikarenakan:

  • Infeksi baru saja terjadi sehingga membuat antibodi belum muncul dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang setelah 60 hari.
  • Infeksi sudah terlalu lama terjadi sehingga membuat sistem tubuh berkompromi dan antibodi tidak dapat dihasilkan.

Adapun cara mendiagnosis Feline Immunodeficiency Virus (FIV) lainnya yaitu dengan:

  • Uji kimia darah
  • Cek drah secara lengkap
  • Pemeriksaan urin (urinalysis)

Penyebab

Cara mengetahui penyebab Feline Immunodeficiency Virus (FIV) yang merupakan virus dari penyakit genus Lentivirus, dimana lentivirus merupakan salah satu famili dari Retrovirus serta Subfamili Orthoretrovirinae. Virus FIV ini dapat menyebabkan sebuah penyakit sindrom yang mirip dengan penyakit AIDS yang menyerang pada manusia. Penyakit FIV (Feline Immunodeficiency Virus) tidak selalu saja menyebabkan gejala sakit pada si kucing.

Terkadang kucing akan tetap sehat dan hanya sebagai pembawa (carrier) serta dapat menularkan virus tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama. Penyebaran FIV yang paling umum yaitu melalui sebuah luka gigitan maupun cakaran, dimana saliva (air liur) kucing yang telah terinfeksi atau pembawa masuk dalam sirkulasi darah kucing lainnya.

Selain itu penyebaran secara vertikal (induk-anak) bisa terjadi saat di dalam kandungan ataupun ketika dalam masa menyusui. Saat virus tersebut ada pada sirkulasi darah kucing maka lambat laun akan dapat menyebabkan sakit pada kucing. Bahkan bagi kucing yang telah terinfeksi dapat terlihat sehat dalam jangka waktu yang lama. Tapi seiring berjalannya waktu maka penyakit FIV akan menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh (immune system) tubuh.

Pada fase inilah agen infesi lainnya seperti jamur (fungi), bakteri, virus, protozoa, parasit atau lainnya yang lazim ditemukan pada hewan meski hewan tersebut sehat dan tidak dikategorikan membahayakan dapat berubah menjadi agen infeksi oportunis saat sistem kekebaln tubuhnya melemah.

Gejala

Cara mengetahu gejala dari Virus ini yang biasanya tidak memunculkan ciri apapun selama bertahun-tahun sehingga si kucing dapat menjalani kehidupannya secara normal seperti kucing sehat lainnya. Meski tidak muncul gejala sama sekali, akan tetapi sebenarnya penyakit ini terus berkembang di dalam tubuh si kucing dan sewaktu-waktu tubuhnya akan lemah. Keadaan seperti itulah yang akan membuat si kucing terkena infeksi sekunder, seperti hal nya infeksi dari bakteri atau fungi.

Dan dari beberapa kucing yang positif mengalami infeksi tidak menunjukan ciri-ciri kesembuhan untuk penyakitnya. Jika kucing peliharaanmu dicurigai terkena Feline Immunodeficiency Virus (FIV), maka hal yang perlu kamu lakukan adalah dengan menjaga kesehatannya dan memperbaiki cara hidupnya.

Kamu juga dapat memberikan perawatan serta obat-obatan suportif dari dokter hewan. Jauhkanlah kucing dari stres dan menempatkannya di dalam ruangan (indoor) sehingga dapat membantunya hidup dengan nyaman sebelum penakitnya bertambah parah (kronis).

Pencegahan

Sampai saat ini vaksin obat Feline Immunodeficiency Virus (FIV) pada kucing belum juga ditemukan, oleh sebab itu cara melakukan pencegahan FIV yang bertujuan mengurangi resiko penularan terhadap kucing lainnya dengan cara:

  • Mengurangi sifat agresif dari kucing jantang dengan melakukan kebiri.
  • Tempatkan kucing di kandang dalam rumah untuk menghindari kucing bermain dengan kucing liar.
  • Jaga kebersihan seta kesehatan si kucing dengan memberikan vaksinasi secara teratur dan nutrisi yang baik.
  • Melakukan steril pada sikucing sehingga akan mengurangi keinginannya untuk mencari pasangan diluar rumah.

Pengobatan

Sampai detik ini cara mengobati dengan menggunakan obat vaksin Feline Immunodeficiency Virus (FIV) belum juga ditemukan. Pemberian steroid anabolik terkadang bisa diberikan hanya untuk mencegah menurunnya berat badan dan kelelahan. Cara pemeliharaan terbaik yang dapat kamu lakukan untuk mencegahnya penyebaran penyakit ini, terkhusus untuk cattery yaitu memasukan kucing ke karantina dan lakukan pemeriksaan adanya zat kebal terhadap penyakit Feline Immunodeficiency Virus (FIV).

Dikarenakan belum ditemukannya obat yang dapat melawan infeksi penyakit ini, maka  tindakan yang dilakukan dokter hewan hanya bertujuan untuk mencegah infeksi sekunder lain serta penyebaran penyakit. Bagi kucing yang positif terkena FIV sebaiknya dilakukan pengisolasian atau dipisahkan dengan kucing sehat lainnya.

Adapun perlakuan yang akan diberikan dokter hewan terhadap kucing penderita Feline Immunodeficiency Virus (FIV) diantaranya yaitu:

  • Pertama dokter hewan akan menangani infeksi sekunder yang dialami si kucing. Pemberian obat-obatan yang dilakukan yaitu agar tidak memperparah infeksi tersebut. Biasanya si kucing akan diberikan obat anti-radang bagi peradangan yang terjadi pada area mulutnya.
  • Selanjutnya dokter hewan akan memberikan tambahan cairan elektrolit pada kucing apabila kucing mengalami dehidrasi.
  • Obat atau vitamin diberikan agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh kucing.
  • Kontrol parasit
  • Memberikan nutrisi

Tindakan pencegahan dilakukan untuk mengurangi resiko penularan penyakit Feline Immunodeficiency Virus (FIV) kucing.

Jan 5, 2018 - Posted by Siti alya - 1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.