Penyakit Cacing Jantung: Diagnosa, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati

Infeksi Cacing Jantung atau yang biasa disebut dengan Dirofilaria Immitis.Untuk pertama kalinya diidentifikasi di Amerika Serikat pada tahun 1856 dan terjadi hingga sebagian besar pantai laut pada bagian tenggara Amerika Serikat. Untuk jenis Cacing Jantung ini memiliki kelas yang sama dari cacing sebagai cacing gilig/bulat. Dari visualnya mereka terlihat sedikit seperti cacing bulat.

Letak dimana cacing tersebut mengahabiskan masa hidup dewasanya yaitu pada bagian dalam sisi kanan jantung serta pembuluh darah besar yang akan berhubungan langsung dengan jantung menuju paru-paru. Selain pada kucing, gangguan Cacing Jantung juga dapat ditemukan pada anjing serta musang. Selain itu, tanda – tanda Cacing Jantung juga ditemukan pada hewan liar seperti beruang hitam dan singa laun california.

Meski pada umumnya kucing liar berpotensi lebih besar memiliki risiko Cacing Jantung ini, akan tetapi tidak menutup kemungkinan kucing peliharaan yang sebagian besarnya hidup dalam ruangan memiliki resiko yang relatif  tinggi untuk terinfeksi. Dalam kasus ini tidak ada rentan usia kucing yang dapat di prediksi, kasus-kasus yang sebelumnya pernah terjadi pada kucing kisaran usia diatas 9 bulan hingga 17 tahun. Dan semua itu rata-rata terdeteksi pada saat kucing menginjak usia 4 tahun atau terlambat ditangani (meninggal).

Diagnosa

Penting bagi kita yang memiliki hewan peliharaan baik itu kucing atau anjing untuk selalu mengecek kesehatannya. Untuk itu Anda perlu melakukan beberapa pemeriksaan dalam cara mendiagnosa penyakit Dirofilaria Immitis yang meliputi seperti berikut:

  • Lihatlah awal mulanya (sejarah) terjadinya penyakit cacing ini.
  • Dapat terlihat berdasarkan hasil dari pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan untuk melihat kerusakan organ menggunakan X-ray dan USG.
  • Mendeteksi mikrofilaria yang terdapat pada darah dengan pemeriksaan darah.
  • Pemeriksaan melalui feses.

Penyebab

Cara mengetahui penyebab utama yang mendasari Cacing Jantung yang menginfeksi inangnya yaitu dengan perantara gigitan vector nyamuk, dimana nyamuk tersebut mengandung larva cacing yang sebelumnya telah menghisap darah kucing (hewan) yang terinfeksi. Jadi singkatnya proses penularan Cacing Jantung dilakukan secara langsung dari kucing ke kucing oleh nyamuk yang menghisap darah. Mikrofilaria atau biasa disebut larva Cacing Jantung tersebut ikut serta pada peredaran darah dari kucing yang terinfeksi.

Ketika nyamuk menghisap darah kucing yang terinfeksi, maka mikrofilaria tersebut juga ikut tercerna yang kemudian ditularkan ke kucing lainnya yang juga dihisap darahnya oleh nyamuki yang sama. Setelah berhasil masuk dalam aliran darah si kucing, mikrofilaria ini akan bergerak dalam sirkulasi ke aliran darah jantung, paru-paru serta pembuluh darah besar. Larva akhirnya berkembang disitu hingga menjadi cacing dewasa yang mulai menghasilkan generasi mikrofilaria selanjutnya.

Membutuhkan waktu sekitar 85 hingga 120 hari dalam inang yang baru, dimulai dari fase mikrofilaria sampai pada larva stadium 4 dan 5 dengan panjang 3,2 cm hingga 11 cm di sisi dalam jantung kanan dan arteri pulmonalis.  Sedangkan untuk menjadi cacing jantung yang sempurna akan membutuhkan waktu selama 5 hingga 8 bulan. Kira-kira sekitar 6 bulan si kucing terinfeksi maka untuk pertama kalinya mikrofilaria akan terlihat dalam peredaran darah parifer.

Pada beberapa jenis nyamuk yang dapat atau mampu menularkan dirofilaria immitis seperti Anopheles macullipennis, Aedes triserria, Aedes sierrensis , Aedes aegypti, Armigeres subalbatus, Culek quinquefasciatus, dan Aedes vexan.

Gejala

Cara mengetahui gejala yang diakibatkan dari dampak Cacing Jantung dapat kamu lihat dari kucing yang sudah terinfeksi dan biasanya sama dengan gejala yang di dapat pada hewan lain seperti anjing. Pengaruh Cacing Jantung akan mengakibatkan kucing menjadi batuk-batuk, bernafas cepat , penurunan nafsu makan, kehilangan berat badan serta lesu. Kita juga dapat melihat kepikunan, kebutaan dan muntah-muntah. Dalam beberapa kasus dapat terjadi kematian. Sedangkan dalam beberapa kasus lainnya justru kucing yang terinfeksi tidak menunjukan sama sekali gejalanya.

Pencegahan

Cara mencegah Cacing Jantung yang terbaik antara lain dengan melakukan uji cacing secara rutin. Dan berupaya untuk menurunkan potensi kucing digigit nyamuk. Cara lainnya (tidak digunakan untuk membunuh cacing dewasa) yang dapat kamu lakukan yaitu memberikan obat-obatan khusus yang biasa disebut dengan adultcides  untuk digunakan dalam membunuh cacing dewasa.

Beberapa preventive (pencegahan) pada masalah cacing jantung dewasa yang serius jika diberikan pada hewan yang telah memiliki mikrofilaris maka harus ikuti petunjuk dokter hewan yang sebelumnya telah kamu ajak diskusi. Lakukanlah uji coba terlebih dahulu sebelum preventive diberikan. Sebagian besar dokter hewan akan memberikan saran untuk memberikan preventive sepanjang tahun, bahkan didalam area dimana biasanya nyamuk hanya terjadi secara musiman.

Bahkan jika kamu memberikan dosis yang terkadang kurang tepat, produk preventive tetap akan memberikan keuntungan terhadap hewan peliharaan kita. Jika diberikan secara rutin sepanjang tahun maka akan mampu menghentikan pertumbuhan cacing menuju dewasa. Preventive bulanan juga sekaligus memiliki aktivitas melawan intestinal parasit yang sebelumnya tanpa kita ketahui menginfeksi 3-6 juta orang setiap tahunnya.

Preventive ini selain melindungi hewan peliharaan (kucing) juga mampu melindungi masyarakat. Berbeda jika preventive di berikan secara musiman, ingatlah mereka membunuh larva dalam kucing yang terexpose terhadap tiga puluh hari sebelumnya. Contohnya, obat preventive yang diberikan pada tanggal 1 desember akan membunuh larva hewan yang ada sejak 1 november hingga i desember.

Preventive dalam bulanan tidak bekerja maju seperti halnya waktu. Preventive bulanan yang diberikan tidak akan memiliki efek terhadap larva dalam kucing setelan bulan desember.

Pengobatan

Cara mengobati Cacing Jantung pada kucing yang dikonfirmasikan sudah terinfeksi cacing ini biasanya dengan memperhatikan terlebih dahulu kucing tersebut, apakah kucing menunjukan atau tidaknya gejala-gejala penyakit ini. Akan tetapi biasanya dokter hewan akan merekomendasikan untuk tidak memberikan pengobatan. Dari beberapa kasus, dapat melakukan monitoring setiap 6 bulan melalui radiographs. Beberapa tanda respirasi di dalam kucing-kucing ini banyak yang memberikan respon pada dosis rendah prednisone.

Obat tersebut tidaklah memiliki pengaruh secara langsung terhadap cacing jantung, obat ini hanya membantu menurunkan gejala-gejala penyakit cacing jantung ini. Biasanya, pengobatan akan dilakukan terhadap kucing yang memberikan gejala-gejala klinis yang tidak merepon terhadap prednisone dan supportive lainnya. Satu-satunya cara mengobati Cacing Jantung yang ampuh untuk kucing yaitu obat-obatan yang mengandung arsenic, thiacetarsamide sodium (Caparsolate).

Cara pemberiannya dalam vena melalui catheter. Jika diluar vena maka akan menimbulkan kerusakan jaringan yang parah. Beberapa kucing akan merasa kesakitan karena pemberian obat ini dan terkadang terapi ini akan dihentikan. Banyak kucing yang akhirnya harus dirawat inap untuk beberapa hari perawatan. Pengobatan pada anjing tidak se-beresiko dalam melakukan pengobatan terhadap kucing.

Adanya kemungkianan penyumbatan pembuluh darah yang menuju keparu-paru oleh cacing yang mati (embolisme pulmonary) memiliki resiko lebih besar terhadap kucing dibanding anjing. Komplikasi tersebut dapat ditemukan pada sepertiga kucing-kucing yang diobati. Gejala yang terjadi saat embolisme diantaranya, batuk, batuk berdarah, demam bahkan gagal jantung. Kucing yang diobati dengan caparsolate harus sangat dijaga dengan tenang selama pengobatan dan 2 hingga 4 minggu setelahnya.

Setelah pengobatan lakukanlah tes kembali untuk memastikan kesembuhan total. Lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kucing/hewan peliharaanmu secara rutin, agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang bahkan berakibat pada kematian.