Bahaya Memelihara Kucing

Apa saja bahaya memelihara kucing dirumah?. Kucing adalah salah satu hewan yang menjadi favorit untuk dipeliharag dirumah. Dari bentuknya yang indah atau tingkahnya yang manja membuat setiap orang melihatnya ingin jadi ngin bermain-main dengannya. Untuk memelihara pun tidak terlalu merepotkan seperti hewan lainnya. Memelihara kucing tidak hanya di sukai oleh orang dewasa tapi oleh anak-anak juga. Sangkin senangnya kadang di antara mereka memperlakukan seperti anak sendiri. Akan tetapi di balik fisik daqn tingkahnya yang lucu. Tidak disangka bahwa memelihara kucing bisa menimbulkan resiko gangguan penyakit. Bukan berarti kita harus memusnahkan kucing dari hadapan kita. Namun kita harus lebih waspada terhadap bahaya bulu kucing yang tidak terawat yang menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit.

Daftar Bahaya Memelihara Kucing

bahaya memelihara kucing

Bahaya memelihara kucing paling renta bagi wanita. Karena banyak sekali wanita yang memelihara kucing di bandingkan dengan hewan lain. Ketika wanita bermain dengan kucing, biasanya kucing itu digendong atau dicium. Padahal bulu kucing itu  sangat berbahaya jika terhirup. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai bahaya memelihara kucing bagi manusia, khususnya wanita dan ibu hami.

1. Kucing Penyebab Kemandulan

Bisa menyebabkan kemandulan ini merupakan isu yang sering diperbincangkan dalam masyarakat bukan. Penyebab kemandulan ini adalah adanya parasit Toksoplasmosis yang ada pada fases kucing yang sebelumnya sekitar 2 sampai 3 minggu sudah terinfeksi terlebih dahulu.

2. Tokso

Bahaya tokso. Parasit Toksoplasmosis yang ada pada pup kucing. Meskipun tokso tidak hanya ada pada kucing saja, hewan lain juga ada. Wanita akan kesulitan memiliki anak atau rentan terserang kemandulan jika parasit tersebut tumbuh dan berkembang di dalam sistem reproduksi. Hingga terjadi kerusakan pada area alat reproduksi. Untuk menghindari dari bahaya memelihara kucing bagi ibu hamil karena adanya serangan parasit tokoslpasmosis pada wanita. Sebaiknya jagalah kebersihan kucing dengan sering memandikannya dan menjaga kebersihan lingkungan kucing.

3. Gejala Infeksi

ada banyak bahaya memelihara kucing bagi kesehatan lainnya.  Seperti gejala infeksi ini, Tanpa disadari ternyata bulu kucing yang tidak bersih bisa menimbulkan beberapa gejala infeksi.  Seperti memar, jaundice, demam, hidrosefalus, pendarahan bawah kulit, hingga pembesaran hati.

4. Asma

Tidak hanya berbahaya bagi wanita, memelihara kucing juga bisa menimbulkan bahaya penyakit bagi setiap orang. Misalnya penyakit asma yang disebabkan karena terhirupnya bulu kucing yang mengandung virus-virus dan kemudian menyerang sistem pernapasan, sehingga bisa menyebabkan asma. Kecuali jika kucing peliharaan sering dimandikan dan dibersihkan, chance nyebabin asma jadi kecil.

5. Penyabab Cacat Bawaan

Bahaya memelihara kucing bagi ibu hamil yang selama ini jarang diwaspadai oleh ibu-ibu yang sedang hamil. Memelihara kucing bisa menyebabkan cacat bawaan hingga keguguran. Gejala awal dari penyakit yang menyerang ibu hamil akibat memelihara kucing. Yaitu turunnya daya tahan tubuh dan kemudian secara perlahan-lahan akan menyerang sistem imun bayi yang ada dalam kandungan. Dan sebab itu.  Jika kamu dalam keadaan hamil sebaiknya kamu menjauhi kucing agar kamu dan bayi yang ada dalam kandungan tetap sehat. Karena tanpa pengawasan kita, terkadang kucing bermain di tempat yang kotor dan memakan sesuatu yang juga kotor.

6. Penyakit Kakar Kucing

Selain resiko yang telah dijelaskan sebelumnya. Tanpa disadari sebenarnya bahaya memelihara kucing untuk kesehatan juga dapat menyebabkan penyakit cakar kucing. Penyakit cakar kucing disebabkan oleh bakteri Bartonella Henselae yang ditularkan kepada manusia melalui cakaran dan gigitan kucing. Karena setelah bermain-main dengan kucing dan menyentuh bulunya, tangan bekas menyentuh kucing kemungkinan sudah terkontaminasi dengan bakteri tersebut. kemudian tidak dibersihkan terlebih dahulu dan tidak sengaja mengusap mata atau bahkan makan. Selanjutnya, ketika bakteri Bartonella Hensale sudah masuk ke dalam tubuh. Akan muncul ciri-ciri penyakit seperti benjolan kecil selama kurang lebih 10 hari disertai dengan rasa mual, muntah, demam dan juga radang. Namun jika kamu memiliki daya tahan tubuh yang bagus, penyakit ini tidak terlalu beresiko bagi kesehatan kamu.

7. Diare

Penyakit ini disebar kan melalui makanan yang kita konsumsi, dimana makanan tersebut sebelumnya sudah dijilat atau diendus oleh kucing yang tidak terawat dengan baik. Jadi jika ada makanan yang udah dijilat oleh kucing yang seperti itu. Lebih baik jangan dikonsumsi atau dikasihkan aja bagian yang udah dijilat kucing.

8.  Alergi

Bahaya miara kucing adalah dapat menyebabkan alergi. Alergi tertular dari bulu kucing yang terhirup melalui helaan napas. Apabila alergi tersebut masuk ke dalam tubuh. Maka  tubuh akan bereaksi dengan mensintesis histamine dan zat kimia lain yang menjadi pemicu reaksi berupa alergi. Ada bermacam-macam bentuk alergi yang ditimbulkan, misalnya :

  • bersin
  • batuk
  • sulit bernapas
  • gatal-gatal
  • mata berair

9. Rabies

Tidak cuman anjing yang terkena rabies, semua hewan dan khususnya kucing juga bisa kena. Menurut ahli hewan, rabies ini disebabkan oleh virus lyssaviruses. Virus lyssaviruses ditularkan lewat hewan yang telah terkena virus ini melalui air liur maupun cakaran.

10. Kurap

Kurap bisa menjadi penyakit yang menjangkit kita. Karena penularan dari kucing yang kalau main kotor-kotoran, tidak langsung dibersihkan tubuhnya. Penularannya dimana bakteri yang hinggap di bulu kucing dan kita melakukan kontak secara langsung dengan si kucing.

11. Pembesaran Hati

Tokso memang sih penyakit ini bikin takut. Karena bisa menyerang jaringan hati yang nantinya bisa bikin kinerjanya. Kalau jaringan ini rusak. Kemampuan hati dalam menguraikan hemoglobin yang salah satu tugasnya membersihkan darah dan menyaring racun bisa nyebabin hati meradang dan membengkak.

12. Penglihatan Terganggu

Bakteri Bartonella Henselae juga Tokso bisa menyebabkan permasalahan kesehatan ini. Penularannya rata-rata sama. Lewat kontak langsung dengan kucing. Misalnya nih ada kucing yang terkena bakteri itu, terus kamu elus-elus badannya. Terus kamu mengusap-usap mata pakai tangan, bisa-bisa tertular.

13. Kurap

Kurap bisa menjadi penyakit yang menjangkit kita karena penularan dari kucing yang kalau main kotor-kotoran, tidak langsung dibersihkan tubuhnya. Penularannya dimana bakteri yang hinggap di bulu kucing dan kita melakukan kontak secara langsung dengan si kucing.

Tips Agar Terhindar Dari Bahaya Memelihara Kucing

Apabila kamu tetap ingin memelihara kucing meskipun telah mengetahui bahaya akibat memelihara kucing. Sebaiknya usahakan untuk mengatasi atau meminimalisir dampak memelihara kucing. Caranya gimana?.

Dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan kucing yang dipelihara agar dapat meminimalisir parasit yang ada pada kucing tersebut. Terdapat beberapa hal yang dilakukan dalam melakukan upaya meminimalisir resiko memelihara kucing, yaitu:

1. Memberi Fasilitas Buang Air Yang Terawat

Cara selanjutnya yaitu menyediakan tempat buang air besar khusus kucing. Agar kucing tidak membuang kotorannya sembarangan  Sehingga kucing kamu pun akan bersih dan sehat.

2.Menjaga Kebersihan Lingkungan

Sebagai pemilik kamu, seharusnya kamu juga memperhatikan kondisi tempat bermain kucing. Apakah bersih atau tidak?. Serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kebersihan diri agar terhindar dari bahaya bulu kucing yang dapat menimbulkan penyakit.

3.Memberi Makanan Yang Sehat

dengan memberi makananan yang sehat. Makanan kucing yang sehat  misalnya makanan yang mengandung protein dan vitamin agar proses pencernaan baik.

4.Memandikan Kucing

Selain itu, penting juga memandikan kucing untuk menghilangkan kutu, jamur hingga parasit yang menempel pada bulu. Gunakanlah shampoo kucing untuk menjaga kebersihan dan keindahan bulu kucing.

5.Memberi Vaksin

Jangan lupa untuk memberikan vaksin kucing secara rutin untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing dan melindungi kucing dari serangan virus dan bakteri.

Intinya kucing akan tidak bahaya ketika kita merawatnya dengan baik

Tags: